
Singapura - Karena untuk pertama kalinya digelar malam hari, tak heran jika sebagian kalangan mengkhawatirkan faktor keamanan membalap pada GP Singapura. Namun lomba dijamin akan lancar.
Kekhawatiran tersebut muncul terutama karena ada potensi turun hujan pada balapan hari Minggu (28/9/2008) nanti. Jarno Trulli tergolong yang paling concern dengan masalah ini mengingat semua pembalap masih buta dengan sirkuit Marina Bay dan baru akan merasakannya pada sesi latihan pertama di hari Jumat.
Menanggapi kekhawatiran tersebut ketua asosiasi pembalap (GDPA) Pedro de la Rosa mencoba meyakinkan bahwa kalaupun hujan turun balapan akan berlangsung aman. Ini dikarenakan semua standar FIA telah dipenuhi penyelenggara.
"Garis bawahnya adalah, kalau tidak hujan kami yakin 100 persen akan lancar-lancar saja," tukas De la Rosa kepada autosport.com, Rabu (24/9/2008), setelah ia mendapat penjelasan dari direktur balapan F1, Charlie Whiting.
"Orang sering membicarakan lorong di Monaco, tapi saat membalap Anda bahkan tidak menyadarinya. Kalau hujan, kami tidak tahu, karena belum ada yang mencobanya. Tapi kalau penerangan cukup, semestinya balapan akan sama seperti kalau hujan di hari terang. Saya tidak melihat ada yang berbahaya."
De la Rosa menambahkan, update setiap informasi yang disediakan oleh Whiting telah mengikis sedikit kekhawatiran di atas. Ia yakin para pembalap akan cepat beradaptasi dengan tantangan baru di trek tersebut.
"Ini adalah yang pertama dan kami tidak yakin apa yang akan kami dapatkan. Tapi informasi yang diberikan Charlie pada kami sangat positif. Jadi, kami tidak lihat ada masalah. Saya yakin balapan kedua akan semakin baik. Tapi sebagai permulaan, ini akan baik-baik saja," pungkas pembalap ketiga McLaren itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar