Tampilkan postingan dengan label liga spanyol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liga spanyol. Tampilkan semua postingan

31 Desember 2008

Messi Minta Dispensasi


Barcelona - Sebuah kontrak membuat Lionel Messi terbatas dalam menjalani agenda internasional. Bintang Argentina ini meminta dispensasi kepada pihak Barcelona untuk "melanggar" kontrak tersebut.

Dalam kesepakatan dengan Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA) disebutkan, Barca berhak untuk tidak melepas Messi di laga-laga persahabatan yang sifatnya kurang penting. Ini merupakan "barter" atas diizinkannya Messi turun memperkuat Argentina di Olimpiade 2008, Agustus lalu.

Nah, pada 11 Februari mendatang Argentina dijadwalkan beruji coba melawan tim kuat Eropa, Prancis. Dan Messi, yang absen dalam laga perdana Diego Maradona sebagai pelatih Tim Tango, berharap kali itu bisa tampil bersama negaranya.

Messi paham, keinginannya ini bakal menimbulkan polemik. Untuk memulainya, ia membicarakannya lebih dulu dengan pelatih El Barca, Josep Guardiola.

"Itulah mengapa saya memutuskan untuk bicara dengan Guardiola. Sebab, kalau saya harus menunggu keputusan dari AFA dan dewan pengurus klub Barcelona, maka itu justru akan sulit. Sebab AFA dan dewan pengurus memiliki alasan masing-masing," tutur pemain berjuluk Messidona ini.

Dalam wawancara dengan saluran televisi TyC Sports, seperti diberitakan soccernet, Messi mengaku bahwa Guardiola telah memahami keinginannya. Kini masalahnya tinggal pembicaraan dengan dewan pengurus klub.

Mengapa Messi begitu ngebet untuk turun di laga persahabatan itu, sementara Maradona belum mengumumkan nama-nama pemain yang akan diturunkannya dalam laga tersebut. Adaptasi menjadi alasan yang diajukan Messi.

"Laga melawan Prancis merupakan laga terakhir sebelum Argentina turun di kualifikasi PD 2010. Bila saya hanya bermain di kualifikasi, maka saya bakal kesulitan untuk beradaptasi dengan Maradona dan rekan-rekan satu tim," tutur pemain bertubuh mungil ini.

Dalam laga pertamanya sebagai pelatih, melawan Skotlandia (19/11/2008), Maradona tidak menyertakan Messi. Sang pelatih juga tengah melirik nama-nama lain untuk mengisi barisan depannya, di antaranya Ezequiel Lavezzi dan German Denis (keduanya bermain di Napoli). "Si Tangan Tuhan" juga berencana memberikan kesempatan bagi Mauro Zarate (Lazio).

29 Desember 2008

Huntelaar Sampaikan Salam Perpisahan


AMSTERDAM - Kemenangan 3-0 Ajax Amsterdam atas ADO Den Haag di pertandingan Eredivisie disambut salam perpisahan bintang andalan mereka Klaas-Jan Huntelaar.

Bulan depan, penyerang tajam tersebut akan segera berseragam putih Real Madrid. Meski bahagia bisa membela Los Blancos, Huntelaar masih menyisakan satu penyesalan yang ditinggalkannya di Amsterdam.

"Sayang saya tidak bisa ikut menyelesaikan musim ini bersama Ajax, karena saya ingin memenangi gelar juara bersama tim ini," terang Huntelaar disitat Goal, Senin (29/12/2008).

Tapi penyesalan Huntelaar akan ditutupnya dengan lembaran baru bersama El Real.

"Saya harus meyakinkan klub bahwa sayalah orang yang paling tepat untuk bermain di Liga Champions," tekadnya.

Karim Benzema Siap Bela Madrid


MADRID - Jawara La Liga dikabarkan akan mendapatkan striker Olympique Lyon Karim Benzema. Apalagi Benzema sendiri yang menyatakan siap membela Los Galaticos.

Di sisi lain, presiden Lyon Jean-Michel Aulas mengatakan Benzema tidak akan meninggalkan klubnya hingga 2010.

Selama lebih dari satu tahun ini Benzema, selalu menjadi sasaran pemberitaan media massa. Namun wacana ini hanya spekulasi awal menjelang dibukanya bursa transfer.

Seperti dilaporkan luas berbagai media massa, pemain 21 tahun ini menikmati kompetisi di Spanyol bersama Real Madrid. Bahkan majalah Le Buteur mengemukakan Benzema akan pindah ke Los Merengues.

Benzema pernah berkomentar kepada Tribalfootball. "Saya telah berkata beberapa kali. Sejak kanak-kanak, Madrid adalah tim yang ingin saya bela. Ada tim lain yang menarik tetapi Madrid adalah klub yang paling saya suka," imbuhnya seperti dilansir Goal, Senin (29/12/2008).

Barca Fantastis karena 'Laga Final'


Barcelona - Performa brilian Barcelona di separuh musim ini membawa mereka memuncaki klasemen La Liga. Fantastisnya penampilan El Barca tak lepas karena mereka bak bermain di partai final.

Dari 16 pertandingan di La Liga, pasukan Josep Guardiola ini sudah memenangi 13 laga di antaranya. Sisanya berakhir dengan dua hasil imbang dan satu kekalahan. Catatan tersebut masih ditambah dengan perolehan selisih gol yang sangat baik: 48-10 (memasukkan-kemasukan).

Penyerang Barca, Eidur Gudjohnsen, menyebut kesuksesan timnya ini tak lepas karena mereka menganggap bahwa setiap laga layaknya sebuah partai final. Oleh karena itu mereka kerap tampil habis-habisan dengan menunjukkan performa hingga level tertinggi.

"Semua kemenangan membutuhkan kerja keras, dan menuntut kami bermain hingga level tertinggi. Kami harus menganggap setiap laga adalah partai final, pertandingan terakhir musim ini. Kami meningkatkan prioritas untuk setiap pertandingan di musim ini," ujar Gudjohnsen seperti dilansir Goal.

Selain itu Gudjohnsen juga menambahkan, musim ini Los Blaugranas telah menemukan perpaduan tepat antara kualitas permainan dan taktik.

"Kami mempersiapkan diri dengan baik menjelang pertandingan. Kami selalu memiliki kualitas, tetapi musim ini kami menemukan perpaduan tepat antara kualitas, usaha, dan taktik. Kami telah sedikit melampaui ekspektasi kami, karena kami tak menyangka bisa unggul 12 poin dari Real Madrid."

28 Desember 2008

Canna Hanya Pikirkan Madrid, Tidak Milan


Madrid - Kontrak Fabio Cannavaro dengan Real Madrid akan tuntas musim panas 2009. Beberapa klub disebut berminat, kendati dalam benak Canna saat ini hanyalah ada Madrid semata.

Nama Milan disebut-sebut berpotensi jadi klub tujuan Canna. Namun, hal itu bisa jadi hanya akan jadi spekulasi semata karena kubu Rossoneri konon telah menutup kans itu, pun demikian halnya dengan Canna sendiri.

"Milan? Saya tak membaca apapun tentang itu. Saat ini saya hanya memikirkan Real Madrid. Saya merasa sudah jadi Madridista dan ingin tetap di sini. Saya yakin bahwa saya akan tetap di sini kendati apapun bisa terjadi dalam sepakbola," ucap bek tengah itu di Channel 4.

Selain Milan, nama Napoli yang merupakan klub profesional pertama pemain berusia 35 tahun itu juga santer dikabarkan berminat. Tapi sekali lagi Canna bersikeras untuk bergeming, meski belum siap membicarakan perpanjangan kontrak dengan El Real.

"Ini bukan waktu tepat untuk bicara perpanjangan kontrak. Kepentingan tim datang lebih dulu, baru individu. Saat waktu yang tepat muncul maka saya akan bicara dengan direksi Real karena saya sering bicara ingin tetap di sini, sebagaimana Real adalah pilihan pertama saya."

"Saya tak terburu-buru karena tahu bahwa tim dan rekan-rekan ingin saya ada di sini. Saya tak tertarik dengan kubu lainnya," tandas Canna.

27 Desember 2008

Pilih Huntelaar atau Diarra, Madrid?


Madrid - Klaas Jan Huntelaar dan Lassana Diarra diboyong demi meningkatkan performa Real Madrid. Namun Los Blancos justru harus memilih salah satu dari keduanya untuk dapat berlaga di kompetisi Eropa.

Regulasi UEFA memang tidak melarang sebuah klub yang berpartisipasi dalam turnamen yang mereka helat menambah jumlah pemainnya di paruh kedua kompetisi. Ini seperti termuat dalam artikel 17.17 yang menyatakan bahwa "sebuah klub bisa mendaftarkan maksimal tiga pemain baru untuk pertandingan tersisa di musim komopetisi yang sedang dijalani. Sementara pendaftara untuk pemain baru tersebut paling lambat dilakukan pada 1 Februari 2009."

Yang kemudian menjadi hambatan buat Madrid adalah apa yang termuat pada artikel 17.18. Di dalamnya termuat aturan tambahan yang pada intinya menyatakan: jika ada sebuah klub merekrut lebih dari satu pemain yang sebelumnya sudah berlaga di kompetisi milik UEFA (Liga Champions atau Piala UEFA) di musim yang sama, maka hanya satu pemain saja yang bisa didaftarkan untuk kompetisi yang berbeda (dari Piala UEFA ke Liga Champions atau sebaliknya).

Di sinilah nasib Huntelaar dan Diarra di Liga Champions jadi pertaruhan. Huntelaar di awal musim ini sudah memperkuat Ajax Amsterdam pada piala UEFA 2009. Begitu pula dengan Diarra, yang telah membela mantan klubnya, Portsmouth, di ajang yang sama.

Akibat peraturan dari badan sepakbola tertinggi di Benua Biru tersebut, Los Merengues harus membuat keputusan untuk menyingkirkan salah satu dari dua pembelian terbarunya itu. Jelas ini sangat merugikan, mengingat mereka harus merogoh kocek agak dalam untuk merekrut mereka, yaitu total 40 juta euro atau sekitar 630 miliar rupiah lebih.

Apalagi keduanya dibutuhkan untuk menambal skuad Madrid yang pincang akibat ditimpa badai cedera sejak musim bergulir. Saat ini, Raul Gonzales dkk tercecer di peringkat kelima klasemen sementara La Liga, tertinggal 12 poin dari Barcelona di posisi teratas. Sementara di Liga Champions, Los Merengues sudah ditunggu lawan berat saat hasil undian babak 16 besar mempertemukan mereka dengan Liverpool.

Jadi, pilih yang mana, Madrid?

Senna Tak Mustahil ke City


Villarreal - Manchester City yang kini bergelimang uang jelas punya ambisi besar untuk berprestasi besar. Salah satu caranya dengan cara mengoleksi para pemain hebat, dengan nama Marcos Senna jadi salah satunya. Ketertarikan itu pun bersambut.

Dibawah kepemilikan Abu Dhabi United Group for Development and Investment (ADUG), City berubah jadi tim kaya raya. Dengan status tersebut, prestasi tinggi jelas didambakan.

Pemenuhan ambisi itu sudah diretas dengan merekrut Robinho yang nilai transfernya memecah rekor transfer Liga Primer. Puas? Jelas belum, apalagi City masih terpuruk di zona degradasi. Nama Senna yang gelandang bertahan pun mencuat.

Gelandang Villarreal itu ternyata sangat tertarik akan berita tersebut. Kepindahan adalah sebuah kemungkinan kendati prioritas pertama masih ia berikan untuk Villarreal.

"Saya telah mendengar tentang proyek besar City dan saya tersanjung dengan ketertarikan mereka. Liga Primer adalah liga yang besar dan saya sangat tertarik pada tantangan," tukas Senna seperti dilansir Goal.

"Meninggalkan Villarreal sangatlah sulit karena saya tengah menikmati musim dimana kami masih berlaga di La Liga dan Liga Champions. Butuh tawaran luar biasa dari City untuk bikin saya pergi, tapi itu bukannya tak mungkin," sambung pencetak satu gol dari 26 capsnya untuk timnas Spanyol ini.

Villarreal sendiri melalui Direktur Olahraga, Jose Luis Llanez secara tak langsung mengungkapkan adanya penawaran dari City. Jika tawaran tersebut cocok, Senna mungkin saja akan segera berbaju City Januari nanti.

"Kami menerima penawaran yang tidak resmi, namun dalam sepakbola tidak ada apapun yang tak mungkin. Jika kami medapatkan penawaran yang besar, kami mungkin akan mempertimbangkannya," tukas llanez.

Pemain kelahiran Brasil ini sebenarnya masih terikat kontrak dengan Villarreal sampai 2010. Namun jika nanti pintu 'Kapal Selam Kuning' sudah terbuka, bagaimana?

26 Desember 2008

Madrid Beralih Bidik Pennant


Madrid - Sayap kanan asal Inggris. Itulah yang diinginkan oleh pelatih Real Madrid Juande Ramos. Setelah sebelumnya, beredar tiga nama incaran, kini incaran itu mengerucut: Jermaine Pennant.

Prospek kepindahan Pennant ini sudah sangat terang. Seperti diberitakan Telegraph, Liverpool telah menerima tawaran resmi dari Madrid untuk memboyong pemain berusia 25 tahun itu.

Besar kemungkinan Liverpool melepas Pennant karena kontrak pemain ini akan berakhir Juni 2009. Apalagi, pria kelahiran Nottingham ini jarang dipasang oleh Rafa Benitez. Sejak awal musim 2008/09 hingga kini, Pennant hanya main empat kali.

Bahkan, Liverpool konon juga sudah menyiapkan pengganti Pennant. Manajemen The Reds sudah melakukan kontak informal dengan punggawa Deportivo La Corunia, Angel Lafita.

Angka 3,5 juta poundsterling (Rp 57 miliar) disiapkan oleh Madrid untuk memboyong Pennant ke Santiago Bernabeu. Tawaran ini 500 ribu pounds lebih tinggi dibanding yang diajukan oleh Glasgow Celtic yang juga berminat memboyong eks pemain Arsenal itu.

Namun, proses perekrutan Pennant nampaknya tak akan mudah. "Saya sudah mengatakan hal itu pada klub. Kini persoalannya tinggal dana," tutur Ramos lima hari yang lalu.

Masalah dana itu nampaknya bakal menjadi faktor pengganjal berlabuhnya Pennant ke Los Blancos. Pasalnya, Pennant meminta bayaran 60 ribu poundsterling (Rp 984 juta) per pekan. Sementara Madrid hanya menyanggupi separuhnya.

Sebelumnya, Madrid mengincar Aaron Lennon (Tottenham Hotspurs) dan Ashley Young (Aston Villa). Selain itu juga terdapat Milos Krasic (CSKA Moskow) yang menjadi satu-satunya winger kanan non-Inggris yang dibidik. Seluruh pemain itu gagal didapat karena banderol yang terlalu mahal.

Silakan Lamar Villa, tapi ...


Valencia - David Villa masih saja digoda untuk meninggalkan Valencia. Menurut agen si pemain, siapa saja boleh datang melamar striker internasional Spanyol itu, tapi jangan berharap terlalu tinggi.

Demikian dikatakan Jose Luis Tamargo, agen Villa, saat ditanyakan kembali soal masa depan pemain berusia 27 tahun itu, terkait tetap larisnya nama Villa setiap kali bursa transfer (akan) dibuka.

Baru-baru ini tersiar kabar Barcelona memasukkan proposal pinangan kepada Valencia seharga 35 juta euro. Sebelumnya, di akhir transfer window musim panas lalu, Real Madrid juga dua kali melamar Villa, tapi El Che selalu menolaknya.

Villa pun tidak keberatan diproteksi Valencia. Ketika sosoknya sedang laku, menyusul performa menawan dia di Piala Eropa 2008, ia setuju memperpanjang kontraknya di Mestalla.

"Hari ini satu tim datang, besok giliran tim yang lain ... Yang pasti, siapapun yang datang, mereka akan disambut. Namun David Villa punya kontrak dengan Valencia sampai 2014. Dia sangat senang dan kerasan di sini, dan pikiran dia hanyalah memenangi liga, Piala UEFA, dan Copa del Rey," papara Luis Tamargo kepada Marca.

Valencia musim ini sedang memperbaiki performanya setelah tampil medikor di musim lalu. Di La Liga mereka sedang berada di posisi keempat, sedangkan di babak 32 besar Piala UEFA tim asuhan Unai Emery ini akan bertarung melawan Dinamo Kiev.

"Untuk harga (35 juta euro) itu Valencia takkan menjual Villa. Malah saya tidak percaya bahwa mereka akan melepas Villa. Orang-orang Valencia boleh rileks karena Villa akan bersama mereka," tandas sang agen.

Salam Natal dari El Barca


Barcelona - Seperti halnya sebagian besar klub di Eropa, para pemain Barcelona diberi kesempatan "cuti bersama" untuk merayakan Natal di luar Nou Camp, terlebih pada mereka yang berasal dari luar Spanyol.

Sejak hari Senin lalu manajemen El Barca telah meliburkan skuadnya karena kompetisi La Liga rehat selama dua pekan. Pasukan Pep Guardiola dijadwalkan berkumpul lagi pada 29 Desember untuk mempersiapkan diri menghadapi partai pertama di tahun 2009, yakni melawan Mallorca pada 3 Januari.

Dispensasi diberikan kepada lima pemain asingnya yaitu Daniel Alves, Jose Martin Caceres, Seydou Keita, Lionel Messi, dan Samuel Eto'o, yang diberi izin berlibur di kampung halaman masing-masing sampai 2 Januari.

Dalam situs resmi klub, selain merilis ucapan selamat Natal, beberapa figur Barca memberi salam pada penggemarnya terkait datangnya hari raya utama umat Kristiani. Berikut ini petikannya:

Pep Guardiola:


"Natal ini kami akan pulang kampung untuk mengunjungi orangtua dan karib kerabat. Hanya itu yang kami lakukan."

Dani Alves:


"Aku akan mengisi Natal di Brasil dengan keluargaku, yang mana aku tidak bertemu mereka hampir satu tahun."

Samuel Eto'o:


"Seperti semua yang merayakannya, tahun ini aku akan berkumpul bersama orang tua di saat Natal. Aku akan bersenang-senang dengan anak-anakku, seperti yang umum dilakukan para ayah. Selamat Natal untuk semuanya!"

Lionel Messi:


"Aku pulang ke Argentina, di rumahku di Rosatio, dengan teman-teman dan keluarga. Aku selalu melakukannya setiap Natal. Tambahan, cuacanya panas, tidak seperti di sini."

Alexander Hleb:


"Natal ini aku ingin bersama keluarga dan teman-temanku. Ini sungguh tahun yang luar biasa buat kita semua."

Eidur Gudjohsen:


"Aku pulang ke Islandia untuk mengisi liburan dengan keluarga dan anak-anakku. Aku berharap bisa main-main saat salju turun di sana dan melihat Santa Klaus. Di negaraku, kami bertukar kado pas malam jam 12. Kami tak punya tradisi Spanyol bertukar kado di hari Epiphany. Tapi ketika kami kembali ke Barcelona, anak-anakku akan bisa ikut merayakannya pula. Selama Natal dan Tahun Baru!"

25 Desember 2008

'Barcelona Bukan Cuma Messi'


Barcelona - Lionel Messi adalah bintang sekaligus kunci sukses Barcelona di musim ini. Tapi di samping keberadaan si mungil dari Argentina itu, El Barca juga punya ketergantungan besar pada dua pemain lain. Siapa?

Dua pemain yang punya peran tak kalah besar dalam kisah sukses yang dirangkaikan Barcelona di musim ini adalah Thierry Henry dan Victor Valdes. Setidaknya demikian pengakuan Direktur Sepakbola Barca, Txiki Begiristain.

Valdes yang musim lalu kerap menuai kritik akibat blunder dilakukannya telah mengalami banyak perkembangan di musim ini. Sukses Carles Puyol dkk mengangkat trofi Liga Champions 2006 silam disebut Txiki tak bisa dilepaskan dari penampilan gemilang kipper Spanyol itu di laga final.

"Dia adalah seorang kiper yang luar biasa. Faktanya, aku tidak melupakan Paris (ketika Barca juara Liga Champions). Saya tidak dapat memberi nilai berapa kepadanya, namun dapat dikatakan 40 persen atau 50 persen kemenangan di final ditentukan oleh Victor," ujarnya seperti dilansir Goal.

Sementara untuk kasus Henry, pesepakbola Prancis itu disebut Txiki telah mampu bangkit dari keterpurukan. Menurunnya performa Henry ditahun pertamanya bermukin di Nou Camp, disebut Txiki lebih karena masalah internal yang sempat menyelimuti skuad besutan Frank Rijkaard (saat itu).

Buktinya King Henry kini telah kembali menunjukkan performa terbaiknya dengan menyumbang delapan gol an empat assist di La Liga Primera saja.

"Henry tiba musim lalu dalam kondisi internal yang sulit, di mana tidak ada figur pemimpin di tim. Dia tidak mengharapkan itu, tapi hari ini, dengan lingkungan dan tim yang baru, Henry mempunyai performa yang hebat," tuturnya.

Sukses yang diraih Barca sejauh ini diakui Txiki jauh dari perkiraan dia sebelumnya. Meski sangat memuaskan dia meminta Pep Guardiola dan anak didiknya untuk tetap menjejak tanah dan tak lekas terbuai.

"Ini adalah Barcelona seperti yang kami prediksi, tapi hasilnya mengejutkan kami. Walaupun, kami tahu kekalahan juga akan mendatangi kami," pungkasnya.

Saatnya Jadi Matador Lagi, Raul


Madrid - Dua tahun sudah Raul Gonzalez tak terlihat berseragam Spanyol membela negaranya di ajang internasional. Tapi dia kini bisa kembali menjadi matador setelah diundang oleh Vincente del Bosque.

Nama Raul terakhir masuk skuad timnas Spanyol pada tahun 2006 silam. Setelah itu pelatih Tim Matador (saat itu) Luis Aragones selalu mengesampingkan pujaan publik Santiago Bernabeu itu.

Pada Piala Eropa 200, Raul kembali tersingkirkan. Dia malah kalah bersaing dengan Daniel Guiza yang dijadikan pelapis duet striker Fernando Torres-David Villa. Tapi Raul kini bisa melanjutkan kembali karir internasionalnya setelah Del Bosque membuka pintu timnas buatnya.

“Raul menjadi pengisi starting line-up di klubnya, dia bermain dengan bagus dan bisa kembali jika saya pikir itu sesuatu yang tepat untuk dilakukan suatu waktu nanti,” ungkap Del Bosque dalam wawancaranya dengan Marca seperti diberitakan AFP.

Del Bosque yang sempat membesut Raul saat menjabat pelatih di Los Blancos dalamselang 1999-2003 menambahkan, “Saya sudah katakana berkali-kali kalau pintu timnas belum tertutup untuk Raul.”

Raul saat ini memiliki rekor 44 gol dari 102 pertandingan bersama Spanyol. Dia menjalani laga terakhirnya dengan La Furia Roja sejak 6 September saat ditundukkan Irlandia Utara dengan 2-3 dalam Kualifikasi Euro 2008. Bersama Madrid, Raul sepanjang musim ini sudah menyumbang enam gol.

Saat ini Spanyol masih memuncaki kualifikasi Piala Dunia 2010 Grup 5 Zona Eropa setelah meraih hasil 100% dari empat laga yang sudah dilalui.

"Yang lebih penting lagi adalah bahwa dia adalah pencetak gol terbanyak buat timnas,” pungkas Del Bosque.

24 Desember 2008

Demi Madrid, Diarra Tolak Manchester City


MADRID - Ungkapan uang bukan segalanya ternyata ada dalam kehidupan nyata. Hal inilah yang dialami gelandang anyar Real Madrid, Lassana Diarra. Dalam penyataannya, Diarra mengaku telah menolak uang melimpah dari Manchester City dan memutuskan bergabung dengan El Real.

Seperti diketahui, beberapa hari lalu Diarra telah diresmikan sebagai pemain anyar kedua yang direkrut Los Blancos pada bursa transfer Januari mendatang. Sebelumnya, Madrid juga telah berhasil merekrut striker tangguh Klaas Jan Huntelaar dari Ajax Amsterdam.

Diarra resmi direkrut Madrid dari Portsmouth dengan banderol 20 juta poundsterling. Gelandang timnas Prancis itu diikat kontrak berdurasi empat musim di Santiago Bernabeu.

Namun, siapa yang menyangka sebelum memutuskan bergabung dengan Madrid, Diarra mengaku sempat menolak tawaran menggiurkan dari Manchester City. Klub yang kini diambilalih perusahaan investasi asal Abu Dhabi milik Sheik Mansour itu dikabarkan sempat melamar Diarra dengan jumlah transfer yang luar biasa.

"Sebelum memutuskan bergabung dengan Madrid, saya memang sempat mendapat tawaran dari City. Ya, mdari sisi finansial, saya akan mendapat uang yang jauh lebih banyak dari yang ditawarkan Madrid," ungkap Diarra sebagaimana dilansir AP, Rabu (24/12/2008).

"Namun saya tertarik dengan iming-iming gaji besar dan memilih bergabung dengan Madrid. Sebab, saya sangat tertarik dan sangat menghormati Madrid sebagai salah satu klub elit dunia," tambahnya.

"Saya telah menghabiskan lima tahun berkarir di Inggris. Dan saya rasa, saya sudah cukup banyak mengambil pelajaran berharga di sini. Untuk itu, saya memutuskan mencari pengalaman baru dan berlaga di Spanyol bersama Madrid," pungkas gelandang 23 tahun itu.

Cedera Hilang, Kemenangan Datang


Madrid - Badai cedera menjadi masalah besar bagi Real Madrid musim ini. Tapi bagi Fabio Cannavaro, jika problem tersebut berlalu maka Los Blancos akan dapat mengatasi lawan-lawan mereka.

Para pemain Madrid memang terus bertumbangan. Ruud Van Nistelrooy, Mahammadou Diarra dan Ruben De La Red harus absen hingga akhir musim karena cedera parah. Sedangkan Pepe, Arjen Robben, Wesley Sneijder, Gabriel Heinze dan Miguel Torres harus bergantian masuk ruang perawatan.

Akibat tak kompletnya skuad, Madrid tak berhasil berprestasi maksimal. Peringkat lima dengan nilai 29, tertinggal 12 poin dari Barcelona yang ada di puncak, adalah posisi sementara skuad Juande Ramos itu.

Tanpa para pemain-pemain pilar di atas, Madrid memang tak berdaya. Maka, seorang Cannavaro pun sangat berharap mereka bisa secepatnya kembali agar Los Merengues segera bangkit dan kembali ke performa terbaiknya.

"Saya sangat ingin bisa menyembuhkan pemain yang cedera. Bila kami melakukannya, kami dapat mengalahkan siapapun. Dengan 10 pemain hilang seperti yang kami alami saat ini, kami dapat dikalahkan siapapun," ujar Cannavaro kepada La Gazzetta Dello Sport yang dilansir Soccernet.

Mantan pemain Juventus,Napoli dan Inter ini mengungkapkan bahwa ia bersama rekan timnya masih yakin dapat mempertahankan gelar yang telah mereka rebut selama dua musim beruntun. Walaupun begitu, Cannavaro mengakui bahwa hal itu sulit untuk terjadi.

"Saya tahu bahwa tidak ada satupun yang dapat membalikkan defisit 12 poin lalu menjadi juara La Liga, tapi tujuan kami adalah mengurangi (defisit poin) sebanyak mungkin kami bisa sebelum kami bertemu mereka(Barcelona). Lalu, setelah 'derby' itu, masih ada lima pekan yang tersisa, " sambungnya.

Di ajang lain, Madrid pun menemui tantangan yang tak kalah berat. Raul Gonzalez dkk akan bersua Liverpool di babak perdelapanfinal Liga Champions. Cannavaro mengakui bahwa peluang timnya berat karena calon lawannya tersebut sedang bagus-bagusnya.

"Empat tahun terakhir kami selalu tersingkir di 16 besar dan mereka (Liverpool) dua kali final dan semi-final. Media mengatakan bahwa mereka adalah favorit dan tidak mengapa bagiku," tutupnya.

23 Desember 2008

Diarra untuk Diarra


Madrid - Kekhawatiran Real Madrid akan kurangnya stok gelandang di lini tengah akhirnya terobati. Hilangnya seorang Diarra, kini tergantikan dengan hadirnya Diarra yang lain.

Diarra pertama yang dimaksud adalah Mahamadou Diarra. Gelandang internasional Mali yang berposisi sebagai gelandang bertahan itu mengalami cedera lutut pada bulan Oktober lalu. Meski sempat sembuh, cedera itu kemudian kambuh lagi dan membuatnya harus beristirahat hingga akhir musim ini.

Padahal Diarra adalah seorang gelandang bertahan yang memegang peranan penting di lini tengah El Real. Musim lalu ia menjadi pilihan pertama untuk posisi gelandang bertahan, dan hasilnya? Madrid tampil solid dan sukses menggondol trofi juara La Liga.

Dengan masih panjangnya sisa musim ini, Madrid butuh seseorang yang bisa menggantikannya. Ditambah lagi mereka kini tengah berjuang untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara La Liga--selain tentunya mempertahankan gelar juara mereka.

Pengganti itu pun akhirnya datang kemarin, dialah Lassana Diarra. Gelandang asal Prancis ini didatangkan dari klub Liga Inggris, Portsmouth, dengan bandrol 20 juta euro atau sekitar 347 miliar rupiah lebih.

Setelah melalukan tes medis pada Senin (22/12/2008) siang waktu setempat, Diarra pun segera menandatangani kontrak yang akan mengikatnya di Santiago Bernabeau hingga tahun 2013.

"Merupakan sebuah kehormatan bermain untuk Real Madrid. Aku berharap dapat memberikan performa bagus di lapangan, dan bermain dengan maksimal. Aku senang diterima di sini dan akan segera beradaptasi dengan tim dan bahasa setempat," ujar Lassana di situs resmi klub.

Untuk menghindari kesamaan nama punggung dengan Mahamadou, mantan pemain Chelsea dan Arsenal ini akan menggunakan panggilan "Lass" di jersey putih Madrid. Namun, belum diketahui nomor berapa yang akan disandangnya.

Presiden Madrid, Ramon Calderon langsung memberikan apresiasi tinggi kepada pemilik 16 caps bersama timnas Prancis ini. Menurutnya, Diarra merupakan seorang pemain pemuda dengan talenta tinggi dan akan memberikan banyak gelar selama berkarir di Los Merengues. Diarra sendiri diminati oleh manajer Madrid, Juande Ramos, karena merupakan tipe gelandang pekerja keras.

Fantastico, El Barca!


Jakarta - Para pemain Barcelona niscaya memasuki tahun baru 2009 dengan perasaan teramat bahagia. Sampai jeda musim dingin, 'Los Cules' luar biasa digdaya dan masih nyaman di posisi pertama klasemen La Liga Primera.

Sampai dengan pekan ke-16 La Liga Primera, Barca sudah mengoleksi 13 kemenangan, dua kali seri dan sekali kalah untuk mendulang angka 41 dan menduduki posisi satu klasemen, dengan keunggulan 10 poin dari pesaing terdekatnya Sevilla.

Keunggulan poin tersebut juga dibarengi dengan performa luar biasa. Di paruh pertama musim 2008/09, rival-rivalnya yang menguntit di posisi klasemen dua sampai enam sudah ditaklukkan.

Dimulai dari Atletico Madrid (posisi 3) yang dilumat 6-1 pada 4 Oktober 2008 lalu. Tapi ini baru awal dari rentetan hasil luar biasa Barca.

Empat partai sengit menanti secara beruntun. Namun, kemenangan berturut-turut bisa diraih atas Sevilla (posisi 2) dengan 3-0, Valencia (posisi 4) dengan 4-0, Real Madrid (posisi 5) dengan 2-0. Terakhir Villarreal (posisi 6) yang dipukul 2-1, Senin (22/12/2008) dinihari WIB.

Dominasi Barca di pertengahan musim kian kukuh jika melihat bahwa klub Catalan itu satu-satunya tim yang sejauh ini belum kalah di kandang. Tim besutan Josep "Pep" Guardiola tersebut juga punya catatan gol paling produktif (48 gol) dan paling sedikit kebobolan (10 gol). Cukup fantastico (luar biasa --red), bukan?

Kesuburan Samuel Eto'o di lini depan Barca juga melengkapi kedigdayaan timnya, karena penyerang asal Kamerun itu menjadi topskorer sementara La Liga Primera dengan raihan 15 gol, lebih banyak tiga dari David Villa (Valencia) yang ada di bawahnya.

Luar biasanya Barca sampai saat ini bahkan telah mengundang kubu lawan melontarkan pujian sebelum menghadapinya. Bernd Schuster --eks pembesut Madrid-- tak sungkan mengakui kalau timnya mustahil menang lawan Barca.

Sedangkan Manuel Pellegrini selaku entrenador Villarreal sebelum dikalahkan Barca juga sudah menyatakan di Goal, "Barcelona adalah tim hebat. Saya percaya belakangan ini mereka adalah tim terbaik."

Dibekali laju penampilan yang tengah luar biasa, selisih angka yang cukup memuaskan, serta juga pengakuan dari kubu lawan, kepercayaan diri di Nou Camp di jeda tengah musim ini jelas tengah tinggi-tingginya.

Meneruskan performa apik sampai dengan akhir musim tentu bukan hal yang tak mungkin. Namun, Eto'o juga mengingatkan rekan-rekannya agar tetap mengusung kewaspadaan.

"Keuntungannya cukup, tapi tidak menjamin. Kalau kami tergelincir, maka para rival bisa mencuri keuntungan itu dari kami. Yang pasti, takkan ada yang bisa merenggut mentalitas kemenangan kami," tukas dia.

22 Desember 2008

Diarra Resmi ke Madrid


Madrid - Real Madrid kembali berhasil mendapatkan pemain buruan mereka. Menyusul kedatangan Klass Jan Huntelaar di awal bulan ini, Lassana Diarra menjadi pemain baru kedua yang mendarat di Santiago Bernabeu.

Melalui situs resminya yang dilansir oleh Yahoosports, El Real telah mengkonfirmasi gelandang Prancis berusia 23 tahun ini akan mengenakan kostum putih-putih hingga 2013. Diarra akan melakukan tes medis Senin,(22/12/2008) waktu setempat untuk melengkapi kepindahannya dari Portsmouth.

Biaya yang dikeluarkan Los Merengues untuk memboyongnya keluar dari Fratton Park diperkirakan di atas 20 juta euro atau sekitar 315 miliar rupiah lebih. Harga yang dinilai cukup tinggi untuk seorang Diarra mengingat dirinya bukanlah seorang seorang pemain besar.

Walaupun sempat bermain untuk dua klub anggota Big Four Liga Inggris, Chelsea dan Arsenal, tapi dia bukanlah pilihan utama pelatih di skuad inti kedua klub tersebut.

Pemilik 16 caps untuk Le Blues itu mulai bermain secara reguler ketika ditarik oleh Pompey dari The Gunners pada Januari 2008. Gelandang yang memulai karirnya di klub Prancis, Le Mans, ini menjadi pilar lini tengah klub asuhan Harry Redknapp saat menjuarai Piala FA di musim 2007/2008.

Permainan keras dan tanpa kompromi yang ditunjukkan Diarra selama setahun memperkuat Pompey membuat pelatih Los Blancos yang baru, Juande Ramos, tertarik untuk merekrutnya. Oleh Ramos, Diarra diproyeksikan untuk mengisi pos gelandang bertahan Madrid yang limbung usai ditinggal oleh Mohammadou Diarra dan Ruben De La Red yang dibebat cedera.

Barca Menang Lagi


Villarreal - Barcelona masih terlalu kuat bagi Villarreal. Kendati berlaga di kandang sendiri, The Yellow Submarine tak mampu membendung penampilan bagus El Barca, dan akhirnya harus tunduk dengan skor 1-2.

Dalam pertandingan yang berjalan di Stadion El Madrigal, Senin (22/12/2008) dinihari WIB, Barca memang tampil dominan. Meski Villarreal mencetak gol lebih dulu Los Cules tak patah semangat dan hasilnya malah berbalik unggul. Dua gol Barca dicetak oleh Seydou Keita dan Thierry Henry. Sementara gol Villarreal dijaringkan oleh Cani.

Dengan hasil ini, Barca semakin mantap di puncak klasemen dengan perolehan nilai 41. Sedangkan Villarreal masih tetap berada di urutan enam dengan koleksi nilai 29.

Jalannya Pertandingan

Barcelona langsung memperolehpeluang ketika pertandingan baru berjalan tiga menit. Berawal dari operan bola yang diberikan Xavi Hernandez, Thierry Henry melepaskan sebuah tendangan keras. Namun, bola masih bisa dihalau Diego Lopez.

Henry kembali mendapatkan peluang bagus untuk mencetak gol di menit 14. Setelah menerima umpan dari Eric Abidal, penyerang asal Prancis itu kembali melepaskan tendangan terarah. Tetapi, bola sepakannya masih melebar di sisi gawang Villarreal.

Giseppe Rossi kemudian membalas peluang tersebut lima menit kemudian. Setelah menerima umpan panjang dari Robert Pires, ia melepaskan tendangan kaki kiri ke arah gawang Barca. Sial baginya, bola menyamping tipis di sisi gawang.

Sergi Buaquets juga menemui kegagalan, sama seperti beberapa peluang sebelumnya. Pada menit 27 ia melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, tetapi Lopez dengan sigap berhasil menepis sepakannya.

Villarreal akhirnya unggul terlebih dulu pada menit 48. Umpan Rossi ke daerah pertahanan Barca berhasil diterima oleh Cani. Nama terakhir kemudian dengan tenang mengecoh Gerard Pique dan menaklukkan Victor Valdes. 1-0 untuk tim tuan rumah.

Namun, kedudukan tersebut hanya bertahan sampai menit 54. Berawal dari umpan Dani Alves, Seydou Keita berhasil menanduk bola ke arah gawang. Lopez yang sudah lebih dulu meinggalkan areanya, tak mampu menghalau bola tersebut. Kedudukan berubah menjadi 1-1.

Barca akhirnya berbalik unggul 2-1 pada menit 66. Gol kedua anak-anak asuh Josep Guardiola ini terjadi setelah Xavi melepaskan umpan crossing ke daerah pertahanan Villarreal. Dengan satu sontekan, Henry berhasil menceploskan bola ke dalam jala Lopez.

Pada menit 74, Barca harus kehilangan satu orang pemainnya, yakni Gerard Pique, akibat dikartu-merah oleh wasit. Pique dikeluarkan setelah menerima dua kartu kuning, di mana yang terakhir ia dapatkan setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap Guillermo Franco.

Gol Henry tersebut menjadi gol terakhir dalam laga ini dan Barca pun menang dengan skor 2-1. Ini merupakan kemenangan keempat Los Blaugranas dalam empat pertandingan terakhir.

Susunan Pemain

Villarreal: Diego Lopez, Diego Godin, Gonzalo, Joan Capdevilla, Angel Lopez, Marcos Senna (Ariel Ibagaza 80), Sebastian Eguren, Giuseppe Rossi (Nihat Kahveci 71), Cani (Guillermo Franco 71), Robert Pires, Santi Cazorla.

Barcelona: Victor Valdes, Carles Puyol, Gerard Pique, Eric Abidal, Dani Alves, Sergi Busquets (Yaya Toure 67), Seydou Keita, Xavi Hernandez, Thierry Henry (Martin Caceres 80), Samuel Eto'o (Alexander Hleb 84), Lionel Messi.

21 Desember 2008

Atletico Bekuk Espanyol 3-2


Barcelona - Atletico Madrid naik ke tangga kedua Liga Spanyol usai menekuk Espanyol 3-2. Kunci kemenangan Atletico terletak pada dua bintang Argentina, Sergio Aguerro dan Maxi Rodriguez.

Bermain di kandang Espanyol, Stadion Estadi Lluis Companys, Minggu (21/12/2008) dinihari WIB, tidak membuat Atletico gentar. Tim tamu bahkan sukses memetik hasil usahanya kala laga baru memasuki menit keenam.

Aguerro membidani lahirnya gol pertama ini. Sukses melepaskan diri dari kawalan pemain belakang lawan, Kun kemudian melepas umpan mendatar. Maxi Rodriguez yang tak terkawal mampu meneruskan bola dengan sebuah tendangan keras dan mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Atletico.

Di menit ke-32, 'Kun' Aguero kembali menjadi momok bagi Espanyol. Hampir saja dia membobol gawang tuan rumah untuk kedua kalinya. Aksi individual bintang asal Argentina ini mampu memperdayai seorang bek dan kiper Espanyol. Namun sontekannya kali ini masih melebar dari gawang yang sudah kosong.

Di babak pertama, Espanyol memiliki dua peluang untuk merobek gawang Atleti. Namun usaha yang dilakukan oleh Jose Callejon dan tendangan bebas yang dilepas Moises Hurtado masih bisa diatasi oleh penjaga gawang Leo Franco.

Empat menit babak kedua berjalan, Franco kembali menyelamatkan gawang Atletico kali ini dari sepakan bebas Nicolas Pareja. Usaha Espanyol baru berhasil di menit ke-58. Tendangan kaki kanan Sergio Sanchez yang mampu meloloskan diri dari jebakan off-side, merobek gawang Atletico. Skor pun menjadi imbang 1-1.

Tersentak dengan gol penyama kedudukan, Atleti balik menekan. Hasilnya dipetik sembilan menit menjelang bubaran. Kali ini, Aguerro sendiri yang mencatatkan dirinya sebagai pencetak gol di papan skor. Lewat aksi individu, Aguerro yang ditempel dua pemain Espanyol, mampu membuat jala Idris Khameni bergetar untuk kedua kalinya.

Espanyol sempat mencetak gol lewat tendangan lob Nene yang dilepas dari sisi kanan pertahanan Atletico di menit ke-89. Gol ini cukup indah, namun lantas dianulir oleh wasit karena seorang pemain Espanyol dinilai dalam posisi off-side.

Justru di masa injury time, tepatnya menit ke-91, Atleti sukses mengunci kemenangan menjadi 3-1 lewat gol kedua Maxi. Espanyol lantas mencetak gol hiburan melalui kaki Valdo hanya beberapa detik sebelum peluit akhir berbunyi.

Skor 3-2 membawa Atletico naik ke posisi kedua klasemen sementara La Liga dengan 30 poin menggusur Villarreal dan Valencia. The Yellow Submarine sendiri baru akan bertanding Senin (22/12) dini hari WIB melawan Barcelona.

Higuain Menangkan Madrid


Madrid - Pertarungan Real Madrid kontra Valencia berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 tuan rumah. Adalah gol Gonzalo Higuain yang menghantarkan Los Blancos merebut tiga poin.

Kemenangan yang dipetik di Santiago Bernabeu, Minggu (21/12/2008) dinihari WIB, itu mengerek posisi Madrid ke peringkat empat. Dengan nilai 29, Madrid berada di atas Villarreal dengan unggul selisih gol.

Hasil ini juga menjadi kemenangan perdana bagi pelatih baru Madrid, Juande Ramos, di Liga Spanyol. Di laga debutnya membesut Iker Casillas dkk, Ramos harus menerima hasil kekalahan 0-2 dari Barcelona.

Valencia harus mengakhiri laga ini dengan 10 pemain setelah Carlos Marchena diusir wasit karena sudah menerima dua kartu kuning di pertengahan babak kedua.

Pertandingan baru berjalan tiga menit, Madrid mengejutkan Valencia dengan gol cepat. Aksi Arjen Robben di sisi kanan diakhiri umpan kepada Higuain yang lantas menyambarnya dengan tendangan kaki kiri yang berbuah gol.

Robben menyulitkan Valencia lagi di menit 11. Bermain di kanan yang sebetulnya bukan posisi favoritnya, Robben berhasil mendekati gawang Valencia sebelum tendangannya ditepis kiper Renan.

Valencia mencoba membangun serangan untuk membalas. Menit 33, sebuah tendangan keras David Villa gagal merobek gawang Madrid karena Casillas sigap menjinakkan si kulit bundar.

Satu lagi peluang Villa di menit ke-39 digagalkan Casillas. Sebuah umpan lambung dari tengah diteruskan Villa lewat sebuah tendangan yang memaksa Casillas menjatuhkan diri untuk mengusir bola.

Lima menit memasuki babak kedua, jasa besar Casillas masih melindungi jala tuan rumah. Tembakan kencang Ruben Baraja dari luar kotak penalti ditepis Casillas dan membentur mistar sebelum akhirnya keluar lapangan.

Menit ke-66, upaya Valencia mengejar mengalami kemunduran dengan diusirnya Marchena. Bek tengah Los Ches ini mendapat kartu kuning kedua karena memblok lari Robben di sisi kiri pertahanan tim tamu.

Madrid mendominasi pertandingan setelahnya. Di menit 77, kombinasi Robben-Higuain diakhiri oleh yang terakhir ini dengan sepakan mendatar yang secara luar biasa masih bisa dihadang oleh Renan di bawah mistar Valencia.

Hingga marka 90 menit terlampaui, tak ada gol tambahan yang berhasil tercipta. Madrid tetap berhak atas kemenangan dengan skor 1-0.

Susunan Pemain
Madrid: Casillas; Salgado, Cannavaro, Metzelder, Marcelo (Torres 72); Robben, Gago, Guti, Drenthe (Raul 47); Van Der Vaart (Palanca 57); Higuain

Valencia: Renan; Miguel, Albiol, Marchena, Del Horno (Maduro 63); Joaquin, Albelda, Baraja (Baraja 62), Fernandes; Mata (Rodriguez 75), Villa