Tampilkan postingan dengan label liga inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liga inggris. Tampilkan semua postingan

31 Desember 2008

Torres Kembali, Riera Girang


Liverpool - Fernando Torres melewatkan pertandingan di penghujung tahun sebagai penonton. Tetapi Torres siap merumput bagi Liverpool lagi di awal tahun. Albert Riera pun menyambut girang.

Cedera hamstring mendera Torres saat mengantar Liverpool menundukkan Marseille di Liga Champions November silam. Akibatnya, sepanjang Desember penyerang Spanyol itu harus termangu melihat rekan-rekannya berjibaku di lapangan hijau.

Tetapi Liverpool ternyata tetap hebat tanpa Torres dan berhasil menyudahi tahun 2008 sebagai pimpinan klasemen. Kabar baiknya, Torres bakal segera kembali merumput di awal Januari.

"Semua pemain sayap, atau bahkan semua pemain, ingin bermain bersama Fernando karena dia seorang pemain yang hebat," sambut Riera tentang kabar ini kepada The Sun.

"Dia sangat penting buat tim kami--mencetak 33 gol musim lalu. Tidak mudah untuk mencetak gol sebanyak itu di level setinggi ini," sambung sayap kiri yang juga berasal dari Spanyol itu.

Liverpool akan menghadapi Preston North End di Piala FA pada 3 Januari serta melawat ke markas Stoke City sepekan kemudian. Kemungkinan besar, Torres sudah bisa bermain di salah satu dari dua laga tersebut.

"Akan jadi berita hebat buat kami ketika dia sudah pulih. Saya yakin kami akan sering bermain bersama dan membentuk saling pengertian yang baik," kata pemain berusia 26 tahun tersebut.

Riera memang mengenal baik Torres. Eks gelandang Espanyol itu sudah sering bermain bersama rekan yang dua tahun lebih muda itu semenjak sama-sama terpilih di timnas Spanyol U-18.

"Kami saling tahu sejak saat itu dan sekarang kami bisa saling menolong lagi di sini, di Liverpool," tutup Riera.

Ancaman Pemecatan Bikin City Tak Maksimal


Manchester - Performa Manchester City sejauh ini masih saja angin-anginan. Menurut Robinho, para pemain City tak maksimal karena mereka dibayang-bayangi ketakutan akan dibuang.

City sempat menjanjikan ketika mereka meluluhlantakan Hull City 5-1 di Boxing Day. Tetapi grafik kembali menurun karena di laga berikutnya, The Citizens diimbangi Blackburn Rovers 2-2. Alhasil, posisi ke-13 masih menjadi perhentian sementara Robinho dkk di klasemen.

"Mengherankan, dengan skuad ini kami tampaknya harus berjuang menghindari degradasi," komentar Robinho kepada The Sun. "Saya akui saya tidak bisa mengerti ini. Itu adalah pertanyaan yang paling sering dibicarakan di ruang ganti."

Robinho menyebut rekan-rekannya tak tenang. Dengan kekuatan finansialnya, City diperkirakan akan menambah pemain-pemain baru Januari nanti. Artinya, bakal ada deretan nama-nama yang ditendang keluar.

"Satu teori dari saya adalah adanya rumor berkelanjutan tentang penguatan tim di Januari telah merusak kami. Beberapa rekan setim saya mengkhawatirkan masa depannya dan itu saya kira tidaklah positif," lanjut pemain asal Brasil itu lagi.

Beberapa pemain City memang under-perform dan mereka bakal ada di barisan pertama calon pemain-pemain terbuang. Robinho meminta para rekannya untuk mengabaikannya dan lebih konsentrasi ke penampilan di atas lapangan.

"Tidak ada yang bisa kita lakukan terhadapnya, kecuali mencoba untuk tidak membiarkannya mempengaruhi kita," tandas pemain yang dibeli seharga 32 juta poundsterling (Rp 514 miliar) itu.

Alonso Feeling Guilty pada Cesc


London - Xabi Alonso ternyata masih dihantui rasa bersalah. Pasca benturan yang berujung cederanya Cesc Fabregas, ia selalu menghubungi sang kompatriotnya itu setiap hari.

Rasa bersalah Alonso bermula saat Liverpool bertanding melawan Arsenal pada 21 Desember lalu. Benturan dua rekan senegara ini membuat Fabregas ditandu keluar lapangan. Malang bagi skipper Arsenal ini, ligamen lututnya sobek dan ia harus absen sekitar empat bulan.

Penyesalan Alonso pun diungkapkan oleh Fabregas. "Sejak laga melawan Liverpool, Xabi selalu menelepon saya setiap hari. Dia sangat khawatir, namun saya katakan kepadanya bahwa dia tidak harus melakukan apapun karena dia hanya mencoba merebut bola, sama seperti saya," tukasnya dalam situs resmi Arsenal.

"Sebagai pesepakbola yang beruntung bisa bermain dan menikmati seperti yang saya lakukan setiap minggu, Anda juga harus siap menerima risiko jika terkena cedera," sambung pemain berusia 21 tahun ini.

Fabregas merasa sedikit beruntung karena tak mesti naik meja operasi, sehingga proses penyembuhannya tidak lebih lama. Yang jelas, ia menyadari bahwa cedera bisa menimpa siapa pun di lapangan sepakbola

"Saya merasa sehat dalam lima tahun terakhir, dan selalu siap memberikan 100 persen untuk Arsenal. Sebelumnya saya tidak bisa bermain dalam beberapa pertandingan, namun saya tetap senang untuk apapun dan tidak boleh lupa bahwa cedera ini bisa saja lebih buruk. Jadi saya merasa beruntung," pungkasnya.

30 Desember 2008

Tipis, MU Atasi Boro


Manchester - Cukup 1-0. Itulah angka kemenangan Manchester United atas tamunya, Middlesbrough. Gol tunggal kemenangan pasukan Sir Alex Ferguson itu dicetak oleh Dimitar Berbatov.

Meski bermain di rumah sendiri, Stadion Old Trafford, Selasa (30/12/2008) dinihari WIB, MU tak memperoleh keleluasaan yang diharapkannya. Bahkan gol Berba pun tercipta di 20 menit terakhir laga.

Bagaimanapun, kemenangan ini patut disambut lega Edwin van der Sar dkk. Pasalnya, dengan nilai 38, jarak MU dengan Liverpool menyusut menjadi tujuh dan selisih dengan Chelsea menjadi empat. Kelebihannya, MU masih punya dua pertandingan di tangan.

Jalannya pertandingan
MU masih belum bisa menurunkan Rio Ferdinand yang didera cedera punggung. Sementara di depan, Berbatov menjadi starter untuk menemani Wayne Rooney. Sementara Carlos Tevez bahkan tidak masuk daftar cadangan.

Peluang berbahaya bagi MU sudah tercipta di lima menit pertama pertandingan. Tendangan keras Rooney berhasil ditepis kiper Ross Turnbull. Bola muntah dikuasai Cristiano Ronaldo tetapi umpan silangnya ke mulut gawang disapu pertahanan Boro.

Boro sesekali mencoba mencuri peluang. Menit 22, pergerakan Afonso Alves diakhiri penyerang Brasil itu dengan tendangan kaki kiri yang masih jauh melambung di atas mistar MU.

Tak sampai semenit kemudian, Ronaldo membuang peluang emas yang dipetiknya. Pergerakan Rooney di sayap kiri diakhiri dengan umpan silang yang menuju Ronaldo yang bebas. Sontekan kaki kiri pemain Portugal itu tipis menyamping di sisi kanan gawang Turnbull.

Keterlambatan Michael Carrick dalam mengeksekusi bola di luar kotak penalti membuat peluang MU di menit 35 lagi-lagi terbuang percuma. Sepakan Carrick sukses dihadang bek-bek tim tamu dan hanya menghasilkan sepak pojok.

Menit terakhir babak pertama, refleks luar biasa Turnbull menyelamatkan Boro. Umpan Ronaldo kepada Rooney disambut oleh yang terakhir ini dengan sepakan first time kaki kiri nan deras. Tetapi Turnbull sukses menghalaunya dengan sedikit 'terbang'.

Di babak kedua, tempo pertandingan menurun akibat berkurangnya agresivitas kedua tim. MU masih tetap memegang kendali permainan meski Boro beberapa kali mengintip kans lewat serangan balik.

Menit ke-62, umpan silang Matthew Bates menjumpai kepala Tuncay Sanli. Diving header penyerang Turki itu masih melebar. Tanda peringatan yang cukup serius untuk pertahanan MU.

Hingga akhirnya, Berbatov memecahkan kebuntuan di menit 69. Gol ini bermula dari bola tendangan Carrick yang mental mengenai badan pemain Boro dan lalu jatuh ke kaki Berba. Tanpa ampun, Berba mengeksekusi si kulit bundar tanpa mampu dihadang Turnbull.

Unggul 1-0, MU mulai lebih tenang dalam bermain. Apalagi, masuknya Paul Scholes dan Gary Neville tampak memompa kepercayaan diri pasukan tuan rumah.

Meski masih mencoba membangun serangan, baik MU maupun Middlesbrough gagal mencetak peluang signifikan, apalagi gol. Alhasil, skor 1-0 ini bertahan kala wasit meniup peluit panjang tanda usainya laga.

Susunan pemain
Man Utd: Van Der Sar; Da Silva (Neville 62), Vidic, Evans, O'Shea; Ronaldo (Giggs 85), Carrick, Fletcher (Fletcher 62), Park; Rooney, Berbatov

Middlesbrough: Turnbull; Bates, Wheater, Riggot, Pogatetz; Aliadiere (Emnes 77), O'Neil, Arca, Downing; Tuncay, Alves

Berkelahi, Gerrard Ditahan


Liverpool - Kabar tak sedap menghinggapi pemuncak sementara Liga Inggris, Liverpool. Kapten The Reds Steven Gerrard ditangkap akibat terlibat perkelahian di sebuah klub malam.

Telegraph memberitakan, Stevie G dibawa polisi sekitar Senin (29/12/2008) dinihari pukul 2.30 waktu setempat. Polisi menambahkan bahwa ada enam orang yang ditangkap dalam insiden yang terjadi di klub Long Inn di Southport itu.

"Empat orang pria umur 33 tahun, 31 tahun, 29 tahun, dan 19 tahun dari Huyton, seorang pria berumur 28 tahun dari Formby, dan seorang pria berumur 18 tahun dari Litherland," demikian penjelasan polisi.

Insiden ini menyebabkan seorang pria berusia 34 tahun dari Southport mengalami luka di wajah. Namun lukanya tidak mengancam jiwa korban.

Kelab malam tersebut terletak sekitar 16 kilometer sebelah utara rumah Gerrard di kawasan Formby di Merseyside. Lounge Inn dikenal sebagai klub malam favorit para pesepakbola untuk mencari hiburan.

Apa tanggapan Liverpool? "Dalam kasus ini, klub menolak memberi komentar," tutur seorang juru bicara Liverpool pada Guardian.

Gerrard sendiri beberapa jam sebelumnya baru saja mengantar Liverpool meluluhlantakkan Newcastle United 5-1 sekaligus menjadikan The Reds memuncaki Liga Inggris menuju 2009. Di laga itu, Gerrard mencetak dua gol.

Sarat Pengalaman, Arshavin ke Arsenal?


London - Dengan stok gelandang yang menipis plus hanya memiliki skuad yang mayoritas diisi pemain muda, Arsene Wenger membidik seorang pemain berpengalaman di bursa transfer nanti. Andrei Arshavin-kah orangnya?

Wenger saat ini telah kehilangan tiga orang andalannya di lini tengah. Pertama adalah Tomas Rosicky, yang sudah absen sejak akhir musim lalu. Lalu, Theo Walcott yang menderita cedera ketika berlatih bersama tim nasional Inggris. Terakhir, ia harus kehilangan Cesc Fabregas beberapa pekan silam.

Rosicky diperkirakan harus absen sampai Maret tahun depan. Sementara Walcott baru bisa merumput kira-kira di bulan Februari nanti. Sedangkan Fabregas harus absen selama empat bulan karena mengalami cedera pada kaki kanannya saat berbenturan dengan Xabi Alonso.

Fakta di atas membuat Wenger berupaya mencari tambahan gelandang pada Januari nanti. Namun pria Prancis ini punya syarat tersendiri, yakni yang sudah sarat pengalaman.

"Bursa transfer akan segera dibuka, dan meskipun kami belum pasti mendapatkan siapapun saat ini, saya pikir kami butuh seorang yang berpengalaman," tukas Wenger seperti dilansir Sky Sports.

"Kami sudah memiliki banyak pemain muda, jadi jika kami membeli sesorang maka kami akan membeli pemain yang bisa langsung nyetel. Mungkin juga kami akan mendatangkannya dengan status pinjaman."

"Cesc masih lama untuk bermain lagi, begitu juga dengan Tomas Rosicky dan Theo Walcott. Dan mereka adalah tiga pemain yang kreatif yang kami andalkan saat awal musim. Jadi apa yang kami butuhkan adalah seorang yang bisa menyiratkan sedikit harapan," sambung The Professor.

Pernyataan Wenger di atas kemudian menyembulkan nama Arshavin yang dulu memang sempat dihubung-hubungkan dengan The Gunners. Apalagi pemain berusia 27 tahun ini memiliki pengalaman yang cukup mumpuni. Musim lalu, ia berhasil mengantar Zenit St Petersburg menjadi kampiun Piala UEFA dan Piala Super Eropa. Sementara di Euro 2008, pengoleksi 15 gol dari 41 caps-nya untuk Rusia ini bermain ciamik bersama negaranya.

Arshavin juga bisa diposisikan sebagai playmaker dan juga gelandang kanan untuk mengisi posisi yang lowong di Arsenal. Maka ia sangat mungkin masuk dalam rencana Wenger.

"Saya tidak ingin mengumumkan nama," kilah Wenger sambil tersenyum. "Karena ketika Anda menyebut nama, maka kesempatan untuk mendapatkannya berkurang 50 persen. Namun saya butuh seorang gelandang yang kreatif dan juga seorang pemain tengah lainnya, karena kami tengah kekurangan stok," pungkasnya.

29 Desember 2008

Scolari: Dua Kesalahan, Tiga Angka Melayang


Jakarta - Chelsea harus puas meraih hasil imbang saat melawan Fulham. Luis Felipe Scolari menyebut dua kesalahan fatal yang dibikin anak asuhannya membuat The Blues harus rela kehilangan tiga angka yang sudah di depan mata.

Chelsea yang bertandang ke Craven Cottage, kandang Fulham, memang mendominasi permainan dan lebih banyak menekan tuan rumah. Poin penuh yang sepertinya akan dibawa pulang ke Stamford Bridge sirna ketika di menit-menit akhir, Fulham yang sempat tertinggal mencetak gol dan memaksa kedudukan berubah menjadi 2-2.

Dua kali set piece yang dimiliki oleh anak asuhan Roy Hodgson, dua kali pula Chelsea harus kebobolan melalui Clint Dempsey. Kesalahan dalam mengantisipasi bola mati yang dilakukan oleh lini belakang Chelsea, dikatakan Scolari sebagai faktor utama mereka kehilangan kemenangannya itu.

"Kami lebih menguasai laga, tapi kami membuat dua kesalahan di kotak penalti dan karena itu kami kehilangan dua poin, itu sangat luar biasa," ujar Big Phil seperti dilansir Goal.

Pada laga tersebut, gaffer asal Brasil itu kembali menurunkan duet lini depan yang sama seperti saat mengalahkan West Bromich Albion dua hari lalu, Didier Drogba dan Nicolas Anelka. Tapi performa buruk yang ditunjukkan keduanya dinilai Scolari adalah faktor lain yang membuat Chelsea gagal memenangi laga tersebut.

"Kami mempunyai enam, tujuh bahkan delapan peluang untuk mencetak gol dan kami hanya berhasil membuat dua gol. Mereka hanya mempunyai dua peluang dan kedua peluang berbuah gol pula," tandas Scolari.

Dengan hasil ini, Chelsea tidak dapat mengikuti jejak sang pemuncak klasemen Liverpool, dimana dua jam sebelumnya berhasil menundukkan Newcastle United, dengan skor telak 5-1. Frank Lampard dkk harus puas berada di posisi kedua di penghujung tahun ini, dengan 42 poin tertinggal tiga angka dari The Reds yang memiliki 45 poin.

Namun, Scolari masih yakin bahwa peluang mereka merebut titel premiership belumlah habis dan masih berada di dalam trek perebutan juara. Menurut pelatih berusia 59 tahun itu, yang harus dilakukan skuadnya sekarang adalah terus meraih tiga poin untuk menjaga persaingannya dengan Liverpool.

"Tapi kami sekarang berada di posisi yang bagus, kami harus terus menang, tidak ada yang lain," tutup Scolari

Spurs Kalah Lagi, Tristan Menangkan West Ham


Jakarta - Masa-masa indah Tottenham Hotspur bersama Harry Redknapp sepertinya mulai berakhir setelah mereka menelan kekalahan kedua dalam tiga laga terakhir. Sementara West Ham United memetik kemenangan kedua secara beruntun berkat gol perdana Diego Tristan.

Menjalani laga tandang ke West Browinch Albion, Spurs dipaksa menyerah dengan skor 0-2. Tim tamu bermain dengan 10 orang sejak Assou-Ekotto dikartu merah wasit saat laga baru berusia 35 menit.

Spurs mampu bertahan cukup lama menghadang serbuan pemain West Brom, namun pertahanan mereka akhirnya bobol juga saat laga justru tinggal tersisa tujuh menit. melalui Roman Bednar. Gol kedua yang bersarang di jala Heurelho Gomes tercipta di masa injury time lewat Craig Beatie.

Ini merupakan kekalahan kedua Spurs dalam tiga pertandingan terakhir. Total sejak awal Desember The Lilywhites baru sekali menang yakni saat bertandang ke West Ham United.

Kondisi berbeda dialami West Ham United yang justru meraih kemenangan keduanya secara beruntun usai menundukan Stoke City dengan 2-1. Kemenangan ini mengantar The Hammers naik tiga anak tangga ke posisi 10 dengan poin 25.

Bertanding di kadangnya sendiri, West Ham justru tertinggal lebih dulu lewat gol Amdy Faye saat pertandingan baru berjalan empat menit. Skuad besutan Gianfranco Zola baru bisa menyamakan kedudukan di menit 51 lewat aksi Carlton Cole.

Kartu merah yang diterima Roberto Fuller pada menit 53 membuat West Ham makin leluasa membangun serangan. Hasilnya adalah sebuah gol penentu kemenangan yang dilesakkan Diego Tristan saat laga tersisa dua menit. Ini merupakan gol pertama mantan striker internasional Spanyol itu di liga Inggris.

Gallas Menangkan Arsenal


London - Arsenal harus menunggu hingga menit 81 untuk bisa menundukkan Portsmouth dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal The Gunners datang dari mantan kapten mereka, William Gallas.

Tambahan tiga poin ini cukup untuk mengantar Arsenal menapaki kembali posisi Big Four. Jumlah 35 poin yang mereka kumpulkan sebenarnya sam dengan Aston Villa yang sebelumnya duduk di posisi empat, The Villans sendiri baru akan bertanding Selasa lusa menyambangi Hull City.

Buat Portsmouth kekalahan ini membuat mereka kehilangan posisi 11 yang sebelumnya ditempati dan merosot ke urutan 12 dengan poin 23.

Jalannya Pertandingan

Meski lebih menguasai pertandingan dan memaksa tamunya bertahan, Arsenal tak mampu membuat peluang matang di menit-menit awal laga.

Justru Portsmouth yang lebih dulu menebar ancaman saat laga memasuki menit 24. Memanfaatkan postur jangkungnya, tandukan Peter Crouch setelah menerima umpan diagonal yang dilepaskan rekannya cuma membentur mistar gawang.

Baru di menit 32 kubu tuan rumah memberi sedikit hiburan buat pendukungnya melalui Emmanuel Adebayor. Menusuk dari tengah lapangan, Drogba sukses melewati David James untuk berhadapan dengan gawang yang kosong. Namun striker Togo terlalu lama menahan bola yang membuat Sol Campbell bisa memblok sepakannya sementara Distin mengamankannya dengan membuang bola.

Dua menit berselang gantian Gallas menebar ancaman. Tapi upaya menjebol jala lawan dengan tandukan tak berhasil bagus karena selain terlalu lemah, arahnya juga masih menyamping dari sasaran.

Dua menit babak kedua berjalan gawang Portsmouth kembali nyaris jebol. Kali ini melalui sundulan Mikael Silvestre meneruskan tendangan sudut yang gagal dihalau David James, namun gol urung tercipta dari prosesi ini karena bola yang mengarah ke gawang disapu bek Pompey tepat di garis gawang.

Memasuki pertengahan babak kedua, Adebayor membuang peluang terbaik yang dia miliki. Mendapat bola tepat di depan gawang akibat kesalahan David James, setelah sepakan pertamanya gagal berbuah gol, rebound yang dia lakukan malah cuma membentur sisi luar gawang.

Setelah upaya Samir Nasri di menit 73 bisa diantisipasi James dengan baik, Arsenal akhirnya benar-benar mencetak gol saat laga tersisa sembilan menit.

Tandukan Gallas memanfaatkan bola tendangan bebas Denilson yang mengarah ke kepalanya setelah ditinju James, bersarang di jala Pompey untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Gol tersebut menjadi gol pertama sekaligus terakhir sepanjang pertandingan karena di sisa waktu kedua kesebelasan tak mampu menyarangkan bola ke dalam gawang lawannya.

Chelsea Diimbangi Fulham 2-2


London - Chelsea gagal mengikuti jejak Liverpool yang meraih poin penuh di laga penutup 2008. Bertandang ke Fulham, The Blues dipaksa puas bermain imbang 2-2.

Chelsea yang sempat tertinggal di babak pertama layak menyesali hasil imbang ini. Soalnya lewat dua gol Frank Lampard mereka sempat balik memimpin sebelum kemudian disamakan The Cottagers saat pertandingan menginjak menit 90.

Tambahan satu poin tak mengubah posisi Chelsea di urutan kedua klasemen Liga Inggris dengan poin 42, terpaut tiga angka dari Liverpool di puncak dan unggul tujuh poin atas Manchester United di urutan tiga yang baru akan bertanding Senin (29/12/2008) besok menghadapi Middlesbrough.

Buat Fulham tambahan satu poin ini membuat posisi mereka turun satu anak tangga ke urutan sembilan, disalip Wigan Athletic yang pada pertandingan lain menang 1-0 atas Bolton Wanderers.

Jalannya Pertandingan

Bertanding di Craven Cottage, Minggu (28/12/2008) malam WIB, Chelsea lebih dulu memiliki peluang melalui Didier Drogba di menit sembilan. Diawali umpan Deco pada Florent Malouda, gelandang Prancis itu langsung mengirim bola pada Drogba di sisi kiri. Namun sepakan Drogba ke tiang dekat cuma membentur sisi luar gawang.

Semenit setelah peluang tersebut justru Fulham yang menjebol gawang Chelsea. Diawali tendangan bebas Simon Davis di sisi kiri, bola yang melambung ke tengah kotak penalti Chelsea gagal menemui seorang pemain pun. Si kulit bundar yang melayang ke tiang jauh justru berhasil menemui Dempsey yang sempat mengontrol bola dengan dadanya sebelum menceploskan ke dalam gawang.

Di menit 18 Drogba kembali mengkresikan peluang saat tendangan Drogba dari tepi kotak penalti meneruskan umpan terobosan John Obi Mikel melenceng tipis dari sasaran. Upaya menyamakan kedudukan juga dimiliki Nicolas Anelka, namun sama seperti Drogba, striker Prancis itu juga urung menjebol jala Mark Schwarzer.

The Blues nyaris menyudahi babak pertama dalam posisi imbang kalau saja bola tendangan Lampard yang diterimanya dari Anelka tidak dihalau Schwarzer. Cuma tendangan sudut yang didapat The Blues dari prosesi ini.

Upaya Si Biru menyamakan kedudukan baru membuahkan hasil saat pertandingan masuk menit kelima babak kedua melalui Lampard. Gelandang internasional Inggris itu menceploskan bola ke gawang setelah kiper Mark Schwarzer justru berbenturan dengan bek Aaron Hughes yang tengah berduel dengan Didier Drogba di kotak penalti setelah mendapat umpan panjang.

Bola liar tersebut dengan mudah diarahkan ke gawang yang kosong oleh Lampard. Chelsea menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Di menit 66 Schwarzer membuat dua penyelamatan gemilang secara berturut-turut yang menghindarkan Chelsea balik memimpin. Setelah memblok drive keras Joe Cole, kiper Australia itu dengan gemilang meninju bola mental dari prosesi tersebut sambil menjatuhkan diri untuk menghindarkan Anelka yang datang untuk merebound-nya.

Tapi di menit 73 Schwarzer harus menyerah oleh tendangan bebas Frank Lampard. Mengeksekusi dari luar kotak penalti, bola yang disepak Lampard menerobos pagar hidup pemain Fulham. Upaya Mark Schwarzer menghalau laju bola setelah sempat salah langkah tak berhasil baik karena si kulit bundar tetap mereobos ke dalam gawang.

Tak ada peluang berbahaya yang diciptakan kedua tim beberapa menit berselang. Chelsea nampaknya akan membawa pulang tiga angka karena hingga menit 89 masih memimpin 2-1. Namun dari sebuah tendangan sudut yang pertama tercipta dalam laga tersebut, bencana buat pasukan Luiz Felipe Scolari datang.

Tandukan Dempsey dari tengah kotak penalti mengarah ke tiang jauh gawang Petr Cech. Tak mampu menjangkau bola, kiper Republik Ceko itu tak bisa hanya bisa memandangi si kulit bundar yang merobek jalanya untuk kali kedua.

Chelsea masih punya peluang meraih kemenangan beberapa detik berselang. Namun tendangan keras Lampard dari luar kotak penalti membentur pemain bertahan Fulham, oadahal saat itu kiper Schwarzer belum kembali ke posisinya usai menghadapi gempuran dari Anelka.

Liverpool Hancurkan Newcastle 5-1


Newcastle - Liverpool tampil perkasa pada laga terakhirnya di tahun 2008. Bertandang ke Newcstle United, The Reds menghancurkan The Magpies dengan skor 5-1 yang sekaligus mengatar mereka memuncaki klasemen di akhir tahun 2008.

Di St James Park, Minggu (28/12/2008), Liverpool mendominasi penuh jalannya pertandingan sejak menit awal. Beberapa peluang matang berhasil dikreasikan, meski banyak yang terbuang karena gemilangnya penampilan kiper Shay Given.

Kesempatan pertama tuan rumah datang di menit empat saat Steven Gerrard berusaha memanfaatkan kegagalan Fabricio Coloccini menghalau bola yang diumpan Yossi Benayoun. Upaya Gerrard tak membuahkan hasil bagus karena dia terpeleset saat melepaskan tendangan, bola yang menyasar ke Dirk Kuyt lagi-lagi bisa dimaksimalkan menjadi gol karena sepakannya dari sudut sempit dihalau Given dengan dadanya.

Usaha kedua Gerrard dua menit berselang juga tak membuahkan hasil. Usai melakukan kerjasama dengan Kuyt, sepakan terarahnya ditepis dengan gemilang oleh Given. Sementara upaya berikutnya yang cuma berselang dua menit kembali hanya berbuah tendangan sudut lantaran Given membuat aksi spektakuler saat melayang membuang bola yang mengarah ke sudut kanan atas gawangnya.

Dari dua tendangan sudut di menit 19 dan 20 Liverpool kembali menyia-nyiakan kesempatan. Pada peluang yang pertama tandukan Hyypia dalam posisi tak terkawal saat meneruskan umpan Gerrad masih menyamping, sementara sundulan Lucas kembali mentah di tangah kiper asal Irlandia itu.

Memasuki menit 31 Given harus menyerah saat gawangnya akhirnya jebol. Adalah Gerrard yang merobek jalanya untuk kali pertama saat tendangan kerasnya menuntaskan kerja sama Javier Mascherano dan Yossi Benayoun tak kuasa untuk dihadang.

Keunggulan satu gol The Kop tak bertahan lama karena lima menit berselang tim tamu memperlebar keunggulan. Kali ini Sami Hyypia yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menanduk bola sepak pojok.

Di masa injury time pendukung The Magpies dibuat bergemuruh saat David Edgar memenangi duel dengan Jamie Carragher untuk membelokkan bola tendangan sudut ke dalam gawang Pepe Reina. Tim tamu unggul 2-1 saat turun minum.

Ryan Babel membuat publik tuan rumah tertunduk lesu saat babak kedua baru berjalan lima menit. Dari sebuah kemelut di muka gawang yang diawali tendangan sudut, sepakan pesepakbola Belanda itu dari jarak dekat mengubah kedudukan menjadi 3-1.

Setelah gol tersebut keunggulan pasukan Rafael Benitez semakin menjadi-jadi. Gerrard pun memperbesar keunggulan timnya menjadi 4-1 saat dia dengan dingin mengarahkan bola ke dalam gawang dengan mencungkilnya melewati Given setelah mendapat umpan terobosan dari Lucas.

Pesta The Reds ditutup oleh Xabi Alonso saat pertandingan memasuki menit 76, kali datang dari eksekusi penalti menyusul pelanggaran Edgar terhadap Babel. Eksekusi penalti gelandang Spanyol itu ke arah kanan tak mampu dibaca oleh Given yang membuat kedudukan berubah menjadi 5-1.

Susunan Pemain

Newcastle United: Shay Given, Fabricio Coloccini, Steven Taylor, Sanchez Jose Enrique (Shola Ameobi '45), David Edgar, Nicky Butt (Geremi '57), Danny Guthrie, Charles N'Zogbia, Jonás Gutierrez, Michael Owen (Kazenga LuaLua'79), Damien Duff

Liverpool: Pepe Reina, Daniel Agger, Sami Hyypia, Emiliano Insua, Jamie Carragher, Lucas, Javier Mascherano, Dirk Kuyt (Martin Skrtel '79), Steven Gerrard (David Ngog '71), Ryan Babel, Yossi Benayoun (Xabi Alonso '60)

The Reds Akhiri 2008 di Puncak Klasemen


Newcastle - Liverpool menutup tahun 2008 di posisi teratas klasemen Liga Inggris. Sukses tersebut didapat dengan kemenangan besar setelah mereka mempecundangi Newcastle United dengan 5-1.

Atas hasil ini Liverpool memiliki total poin 45, hasil 12 kali menang, enam kali imbang dan hanya sekali kalah. Posisi mereka di urutan teratas dipastikan tak akan bisa disentuh Chelsea yang baru akan bertanding menghadapi Fulham beberapa saat lagi.

Kelima gol Liverpool dalam laga yang digelar di St James Park tersebut datang dari Sami Hyypia, Ryan Babel, Xabi Alonso serta dua gol dari Steven Gerrard. Gol semata wayang tuan rumah datang dari David Edgar di masa injury time babak pertama

Jika mampu memenangi laga tersebut nilai maksimal yang bisa didapat The Blues adalah 44. Sementara Manchester United yang saat ini duduk di posisi tiga dan tertinggal 10 poin, baru akan menjalani pertandingan ke-18-nya pada Senin (28/12/2008) besok menghadapi Middlesbrough.

Hasil ini bisa jadi indikasi positif buat The Reds yang tengah mengejar gelar Premiership pertamanya sejak musim 1989–90. Sejak saat itu raihan terbaik mereka hanya menjadi runner up di musim 1990–91 dan 2001–02.

'Ditawar Madrid pun, Young Tetap di Villa'


Birmingham - Performa ciamik Ashley Young bersama Aston Villa diberitakan memukau klub-klub besar semacam Real Madrid dan Manchester United. Namun, berapapun tawaran yang akan diberikan, Martin O'Neill siap mempertahankannya.

Kiprah Young bersama Villa musim ini memang menjanjikan. Winger berusia 23 tahun ini sudah mengoleksi lima gol dan lima assist dari 19 pertandingan. Atas capaiannya tersebut, Madrid dan MU disebut-sebut tengah memantaunya.

Namun kabar akan adanya penawaran dari El Real dan The Red Devils ditampik oleh O'Neill. "Kami belum mendapat penawaran dari Real Madrid sama sekali, mungkin itu sangat mengejutkan. Saya juga tak yakin akan ada panggilan dari Manchester United, mungkin tidak dalam empat bulan berikutnya," tukasnya seperti dilansir Setanta Sports.

Jika pun kabar diatas benar, O'Neill pun siap menolak pinangan untuk anak asuhnya itu. Meskipun nilai kontrak yang ditawarkan sangat fantastis.

"Saya tidak akan terkejut jika mereka membuat penawaran. Kami berada di posisi untuk menolaknya, bahkan jika mereka menawar 25 juta poundsterling (sekitar Rp 411 milyar)."

"Saya tidak ingin memberikan harapan agar datang penawaran untuk pemain saya. Saya pikir pemain sangat menikmati berada di sini," ujar pelatih berusia 56 tahun ini.

Villa sendiri musim ini tampil melejit menembus dominasi The Big Four dengan menduduki posisi keempat klasemen sementara. Hingga pekan ke-19 mereka telah mengumpulkan 35 poin dan sukses membawahi Arsenal dengan selisih tiga angka.

28 Desember 2008

Sang Professor Ditantang 'Murid'


London - Laga Arsenal melawan Portsmouth akhir pekan ini bak jadi pertarungan "guru" kontra "murid". Sang "murid", Tony Adams, akan membawa Pompey untuk menantang 'Tim Gudang Peluru' besutan Professor Arsene Wenger.

Adams adalah pemain yang pernah mencicipi besutan Wenger Arsenal. Di klub itulah dia membaktikan seluruh karir sepakbola profesionalnya dan juga menjabat sebagai kapten, sebelum akhirnya gantung sepatu tahun 2002 lalu.

Pada akhir pekan ini, Adams berpeluang unjuk gigi di depan eks manajernya, Wenger. Sial buat Adams, timnya justru sedang tak mengesankan. Dua kekalahan berturut-turut di ajang Liga Primer diderita Pompey, dengan yang terakhir terjadi pada Boxing Day saat ditekuk West Ham 4-1.

Adams sendiri menyebut para pemainnya tidak berjuang dengan keras. "Tidak diragukan lagi bila kami tidak berjuang keras. Saya hanya bisa meminta, mari kita mulai merangkak (naik di papan klasemen)," pinta Adams pada portsmouth.co.uk.

"Saya tegaskan, saya ingin semuanya mengikuti saya dan memberikan segalanya bagi Portsmouth. Bila pikiran Anda tidak berada di sini, silakan hengkang dan saya sangat berterima kasih atas kontribusinya selama ini," tambah Adams.

Kurang bagusnya performa Pompey tentu bisa dimanfaatkan kubu Arsenal untuk meraih angka penuh. Namun, kondisi itu tak serta merta dimanfaatkan Wenger untuk menebar psy-war yang bikin Adams kian "gerah" sehingga berpotensi lebih mudah kalah.

"Adams bisa menjadi manajer tim yang hebat. Dia memiliki persyaratan untuk itu semua. Adams pemimpin yang hebat. Tapi harus diakui, ada perbedaan antara menjadi kapten tim dengan menjadi manajer," ujar Wenger diplomatis di BBC.

Yang pasti, pertemuan guru dan murid ini takkan berlangsung adem-adem saja. Kedua tim butuh tiga angka, apalagi Arsenal tengah berupaya terus menjaga kans jadi juara.

"Kami punya satu keinginan: mengalahkan Portsmouth di Emirates pada hari Minggu," kata Wenger.

Laga Berat Chelsea di Derby London Barat


London - Chelsea sedang dalam misi terus menempel, atau kalau bisa menggulingkan, Liverpool dari pucuk klasemen. Hal itu takkan mudah dicapai karena Fulham yang akan dihadapi 'Si Biru' akhir pekan ini bukan lawan ringan.

Rekor tandang apik jadi bekal Chelsea kala melawat ke Craven Cottage. Musim ini mereka delapan kali menang, sekali seri, dan belum pernah kalah di laga away.

Akan tetapi, di kandang Fulham juga tak kalah hebat. The Cottagers mencatat enam kemenangan, dua seri dan sekali kalah.

Catatan tersebut bahkan lebih baik dibanding Aston Villa (peringkat 4) dengan 4 menang, 5 seri, 1 kalah, atau Arsenal (peringkat 5) yang mencatat 5 menang, 2 seri, 2 kalah.

Di musim 2006/07, Fulham juga menjadi salah satu pihak yang bertangungjawab atas lepasnya juara dari Chelsea. Skor 2-2 di Stamford Bridge menjadi salah satu duri yang menghalangi ambisi Chelsea untuk jadi juara.

Alhasil, Frank Lampard pun sekarang mengakui kalau Fulham yang akan dilawan Chelsea pada akhir pekan memang merupakan ancaman.

"Kami selalu menghadapi laga berat kala melawan Fulham. Terlebih kami menghadapi mereka di masa-masa berat," sebut Lampard di situs Chelsea.

Apalagi Fulham punya Roy Hodgson, pelatih yang juga dipuji Lampard. "Dia sangat kenyang pengalaman. Dia telah membuat Fulham menjadi ancaman serius," tandas Lampard pada situs klub Chelsea.

Melawan Fulham, Chelsea takkan datang dengan kekuatan penuh. Selain kehilangan John Terry, Michael Essien juga masih cedera. Beruntung, Didier Drogba sudah kembali dan bisa dipasang bersamaan dengan Nicolas Anelka yang tak kalah tajam di lini depan.

Jangan Malas, Roman


London - Usaha Roman Pavlyuchenko dalam beradaptasi dengan klub barunya, Tottenham Hotspur, mendapat kritikan dari rekan-rekannya. Tiga orang menyebut dia terlalu malas dalam berkomunikasi.

Ihwal yang dimaksud adalah lambatnya Pavlyuchenko untuk memperlancar kemampuannya berbahasa Inggris. Akibatnya, konon sering terjadi kesalahpahaman ia dan rekan-rekannya di lapangan.

Belum lancarnya pemain Rusia itu berbahasa Inggris diungkapkan oleh dua pemain Spurs asal Kroasia, Luka Modric dan Vedran Corluka. Demikian diangkat media di negara asal Pavlyuchenko.

"Dia penyerang berbakat. Tapi terkadang sulit dimengerti apa yang akan dia lakukan di lapangan. Dia bisa bertahan di satu tempat untuk beberapa saat, tapi tiba-tiba berlari kencang," ungkap Modric kepada harian Sovetski Sport.

"Ini mungkin disebabkan kami belum bisa ngobrol lebih nyambung, karena kami masih belum 100 persen dalam interaksi di pertandingan. Tapi kami terus mengupayakannya."

Mendengar hal tersebut dari dua kompatriot Kroasia-nya, kiper Stipe Pletikosa memberi nasehat pada mantan rekannya di Spartak Moskow tersebut, ketika kedua tim bertanding di Piala UEFA di London minggu lalu.

"Teman-temanmu mengatakan, setelah empat bulan di London kami masih belum bisa berbicara bahasa Inggris? Ini tak bagus, Kawan. Jangan malas, dan mulailah belajar lebih baik lagi," tukas Pletikosa, seperti dilansir Daily Mail.

Bagaimana, Roman?

Caicedo Rangsang Pulihnya City


Manchester - Manchester City mengakhiri statistik buruk dalam enam laga terakhirnya. Robinho kembali tampil menawan, tapi inspirator The Citizens yang sesungguhnya adalah Felipe Caicedo.

City meraih kemenangan telak 5-1 atas Hull City dalam lanjutan Liga Inggris di Boxing Day, Jumat (26/12/2008). Ini adalah kemenangan pertama mereka setelah dua kali seri dan empat kali kalah dalam penampilan terakhirnya di Premier League dan Piala UEFA.

Robinho mencetak dua gol dalam laga tersebut dan menambah pundi-pundi golnya menjadi 10 di musim ini -- hanya kalah empat dari top skorer sementara, Nicolas Anelka.

Yang perlu digarisbawahi adalah Robinho menorehkan gol-golnya itu setelah Caicedo. Striker muda asal Ekuador itulah yang membuka kemenangan City lewat dua golnya di menit 15 dan 27.

"Penyerangan kami sangat bagus. Felipe Caicedo masuk dan keberadaannya sungguh berarti buat kami," cetus pelatih Mark Hughes tentang pemain berusia 20 tahun itu.

"Dia mampu menjaga bola dan gol-golnya sangat baik. Itulah yang memberi kami sebuah platform," sambung mantan bintang Manchester United itu kepada Sky Sports.

Siapa Caicedo? Pemilik nama lengkap Felipe Salvador Caicedo Corozo ini sudah berada di City of Manchester Stadium sejak awal Februari lalu. Ia dibeli seharga tujuh juta euro dari klub top Swiss, Basel, yang memboyongnya dari Ekuador saat ia masih berusia 17 tahun di tahun 2006.

Caicedo dimainkan 10 kali sampai Premieship musim lalu selesai, tanpa mencetak gol. Di musim ini prospeknya tetap belum menjanjikan karena harus bersaing dengan Robinho, Jo, Benjani Mwaruwari, Darius Vassell, Ched Evans dan prodigy lokal Daniel Sturridge, bahkan Valeri Bojinov jika kembali dari cederanya.

Ia mengukir gol pertamanya buat City dalam laga Piala UEFA melawan Racing Santander. Setelah tampil bagus beberapa kali sebagai pemain pengganti, Hughes memberinya kesempatan menjadi starter untuk pertama kalinya, dan Caicedo langsung unjuk gigi dengan menginspirasikan kemenangan timnya atas Hull.

27 Desember 2008

Zidane: Nasri, Masa Depan Prancis


PARIS - Penampilan gelandang anyar Arsenal Samir Nasri musim ini sukses mengundang decak kagum. Legenda sepakbola Prancis Zinedine Zidane pun mengaku sebagai salah satu pengagum pemain 21 tahun tersebut.

Lepas dari Olympique Marseille akhir musim lalu, Nasri tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan iklim Premier League. Gelandang asal Prancis itu segera menembus skuad utama The Gunners berkat kelincahannya di lini tengah.

Terakhir, Nasri berperan besar memastikan hasil imbang 1-1 ketika Arsenal menjamu pemuncak klasemen sementara Liverpool, akhir pekan lalu. Umpan cantiknya berhasil diselesaikan dengan baik oleh striker asal Belanda Robin van Persie.

Zidane pun tak malu-malu menyatakan kekagumannya terhadap pemain bernomor punggung 8 itu. Bahkan, Zidane yakin Nasri akan menjadi pemain hebat bagi Timnas Prancis di masa depan.

"Saya sangat mengagumi Nasri dan melihatnya sebagai harapan bagi masa depan timnas kami," puji Zizou sebagaimana dikutip AP, Jumat (26/12/2008).

"Saya sudah mengikuti kiprah Nasri sejak awal karirnya, apalagi kami memiliki latar belakang yang sama dan kami sama-sama berasal dari Marseille," imbuh mantan bintang Real Madrid itu.

"Dia adalah pemain yang hebat. Saya menghargai kualitas permainannya, dan dia adalah salah satu pemain yang sering saya perhatikan," tutup Zidane.

Cara Marah Brown nan Unik


Manchester - Phil Brown punya cara unik dalam meluapkan kemarahannya kepada para pemain Hull City. Saat jeda turun minum, Brown memberi instruksi di tengah lapangan alih-alih masuk ruang ganti.

Peristiwa itu terjadi di City of Manchester Stadium, Jumat (26/12/2008). Hull dalam keadaan tertinggal 0-4 dari tuan rumah Manchester City di laga Boxing Day Liga Inggris.

Rasa frustrasi Brown terlihat jelas ketika ia memberikan instruksi di masa istirahat babak pertama di tengah lapangan, bukan di dalam ruang ganti. Di sana, sang manajer terlihat berapi-api mengarahkan anak-anak asuhnya.

Brown berdiri di tengah-tengah para pemainnya yang duduk melingkar di atas rumput. Wajahnya tegang dan terlihat marah dengan empat gol yang bersarang di jala gawang Boaz Myhill.

Brown meminta aksinya itu tidak dibaca dengan interpretasi berlebihan. Namun ia merasa perlu menjelaskan langkah yang diambilnya kepada para pendukung The Tigers.

"Penampilan kami di babak pertama tak bisa diterima dan saya yakin fans menyadarinya. Saya tak sedang sok pintar, tetapi pendukung kami harus melihat apa yang saya lakukan mengenainya," ujar Brown kepada situs resmi Hull seperti dikutip Goal.

Penampilan Geovanni dkk di babak kedua sedikit membaik tetapi itu tidaklah cukup. Pada akhirnya, Hull harus pulang dengan rasa malu besar karena kalah telak 1-5.

"Kami memulihkan sedikit kebanggaan di babak kedua. Tetapi itu sudah terlambat. Mentalitas para pemain tidaklah tepat," tandas manajer berusia 49 tahun itu.

Penuh Aksi, Villa Tahan Arsenal 2-2


Birmingham - Melalui 90 menit penuh aksi, Aston Villa berhasil menahan tamunya Arsenal dengan skor 2-2. Adalah Zat Knight yang menghindarkan tuan rumah dari kekalahan.

Di Villa Park, Sabtu (27/12/2008) dinihari WIB, Villa lebih banyak menekan. Meski begitu, Arsenal sukses mencetak dua gol lewat upaya Denilson dan Abou Diaby. Villa mengejar via gol Gareth Barry dan Knight.

Villa pantas mengutuki ketidakberuntungan mereka meski akhirnya tidak jadi kalah. Sejumlah peluang mereka dimentahkan oleh tiang dan mistar gawang serta penyelamatan luar biasa barisan pertahanan Arsenal.

Hasil ini tidak mengubah posisi kedua tim di klasemen. Villa tetap berhak atas peringkat empat dengan nilai 35. Sementara Arsenal masih tertahan di posisi lima dengan koleksi nilai 32.

Jalannya pertandingan
Kedua tim sama-sama turun dengan formasi konservatif 4-5-1. Meski demikian, hal itu tidak menghalangi terciptanya sebuah pertandingan dengan tempo cepat semenjak menit pertama.

Laga baru memasuki menit keenam kala mistar gawang Arsenal mencegah Steve Sidwell membawa Villa di depan. Tandukan Sidwell menyongsong korner Barry mental kena mistar dan gagal menjadi gol.

Villa lagi-lagi mengancam di menit 16. Tendangan bebas Barry yang mental kena pagar betis Arsenal disambut oleh Luke Young dengan tendangan keras yang membentur bek The Gunners dan melayang di atas mistar Manuel Almunia.

Menit 20, giliran William Gallas yang menyelamatkan gawang Arsenal. Gallas memblok tendangan Sidwell dari jarak dekat setelah sebelumnya bola lengkung dari Gabriel Agbonlahor ditepis oleh Almunia.

Umpan silang panjang dari Ashley Young di menit 34 menuju ke James Milner yang bebas di kotak penalti Arsenal. Namun karena kontak Milner dengan bola minimal, si kulit bundar masih bisa diamankan Almunia meski sebelumnya sempat mencium tiang kiri gawang.

Prahara di pertahanan The Gunners belum usai. Menit 37, tendangan lob Curtis Davies tak bisa ditahan Almunia tapi tetap saja gol gagal terjadi karena mistar gawang masih menahan si kulit bundar.

Arsenal yang jarang menyerang justru mencuri gol lima menit sebelum turun minum. Denilson sukses merebut bola dari Nigel Reo-Coker dan tanpa kompromi menjebol gawang Villa yang dijaga Brad Friedel dari jarak dekat.

Para pendukung Villa di stadion hampir saja bersorak gembira di menit 43. Sundulan Agbonlahor sudah berhasil menaklukkan Almunia tetapi sebuah tendangan salto dari Bacary Sagna sukses menghalau bola hanya beberapa senti dari garis gawang. Sungguh beruntung Arsenal.

Tiga menit memasuki babak kedua, Arsenal tampak akan memenangi pertandingan dengan unggul 2-0. Memanfaatkan umpan silang Emmanuel Eboue, Diaby sukses merobek gawang Friedel dengan tendangan yang tak terlalu keras.

Angin mulai berbalik. Di menit 59, Arsenal hampir saja 'membunuh' perlawanan Villa andai saja tendangan Eboue yang bebas di kotak penalti tak berhasil diselamatkan oleh Friedel dengan cemerlang.

Tetapi Villa tak menyerah. Menit 65, Agbonlahor lolos di kotak penalti Arsenal dan itu memaksa William Gallas menjatuhkannya. Penalti! Barry yang menjadi eksekutor melakukan tugasnya dengan sempurna dan memperkecil kedudukan jadi 1-2.

Villa bagai mendapat suntikan semangat dengan gol itu. Agbonlahor cs kian gencar menyerang. Menit 73, Milner lolos di sisi kanan kotak penalti Arsenal tetapi tembakannya diblok menjadi sepak pojok oleh Mickael Silvestre.

Setelah terus menekan di sisa waktu yang ada, upaya Villa terbayar di menit kedua injury time. Sebuah umpan silang Stilian Petrov dari kanan mengenai kaki Sagna dan jatuh di kaki Knight. Tanpa ampun, Knight menjebol gawang Almunia dengan tendangan kaki kirinya.

Di sisi lapangan, O'Neill serta puluhan ribu pendukung tuan rumah bersorak kegirangan menyambut gol ini. Skor 2-2 pun akhirnya bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga telah usai.

Susunan pemain
Villa: Friedel; Reo-Coker, Davis, Knight, L. Young; Milner, Petrov, Sidwell, Barry, A. Young; Agbonlahor

Arsenal: Almunia; Sagna, Toure, Gallas, Silvestre; Song (Ramsey 44); Eboue, Denilson, Diaby, Nasri (Clichy 82); Van Persie