Tampilkan postingan dengan label MotoGP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MotoGP. Tampilkan semua postingan

01 November 2008

Singapura Juga Akan Gelar MotoGP


Singapura - Setelah sukses menjadi tuan rumah balapan malam F1, Singapura juga akan menjadi persinggahan MotoGP. Negara tersebut rencananya akan punya seri MotoGP pada 2011.

Konfirmasi akan singgahnya MotoGP di Singapura disampaikan langsung oleh CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta. Apalagi Singapura kini tengah membangun fasilitas penunjang untuk bisa menggelar kelas rajanya motor yang diperkirakan akan selesai dalam tiga tahun.

"Kami sudah menandatangani kesepakatan dengan promotor untuk menggelar seri kejuaraan dunia di Singapura. Tapi itu semua tergantung dengan kesiapan sirkuit permanen yang akan dibangun. Saya pikir itu akan selesai dalam tiga tahun, jadi akan ada balapan di tahun 2011 jika tidak 2012," ungkap Ezpeleta seperti diberitakan Autosport.

Saat menggelar balapan malam awal Oktober lalu, pemerintah Singapura mengatakan kalau mereka telah menyiapkan lahan seluas 20 hektar untuk dipersiapkan membangun sirkuit yang terletak di kawasan Changi.

"Sirkuit di Changi adalah komponen utama dalam rencana pengembangan industri olahraga otomotif kami dan rencananya itu akan didanai oleh sektor swasta," ungkap Ketua Dewan Olahraga Singapura, Mene Oon Jin Teik.

Krisis ekonomi global yang kini terjadi diakui Mene Oon Jin Teik memberi banyak pengaruh dalam rencanan tersebut. Namun pihaknya telah menemukan investor potensial untuk mewujudkan keinginan tersebut.

27 Oktober 2008

Stoner Tutup 2008 dengan Kemenangan


Valencia - MotoGP musim 2008 selesai. Juara bertahan yang telah kehilangan gelarnya, Casey Stoner, memenangi seri penutup di Valencia, diikuti Daniel Pedrosa dan sang jawara tahun ini, Valentino Rossi.

Pada balapan yang berlangsung hari Minggu (26/10/2008), Stoner tampil dominan karena selalu berada di depan mulai dari start sampai finish. Pedrosa pun demikian, terus berada di belakang Stoner selama 30 putaran.

Walaupun gelar juara dunia yang direbutnya tahun lalu telah berpindah tangan ke Rossi musim ini, namun sukses di Valencia ini menambah catatan kemenangan Stoner di kelas MotoGP menjadi 16 kali -- enam kali di musim ini.

Pembalap dari tim Ducati itu juga memperbesar koleksi poinnya di klasemen akhir menjadi 280, setelah di seri sebelumnya memastikan posisi runner up. Ia unggul 31 angka dari rival terdekatnya, Pedrosa, yang harus puas di tempat ketiga.

Pedrosa sendiri menyelesaikan lomba di Valencia di podium nomor dua di atas Rossi. Dan The Doctor, sang juara dunia delapan kali termasuk enam kali di kelas tertinggi Grand Prix motor, menorehkan rekor baru dengan capaian akhirnya di podium nomor tiga.

Dengan tambahan 16 angka maka rider Yamaha berusia 29 tahun itu mengumpulkan total 373 poin. Alhasil rekor poin terbanyak dalam satu musim (357), yang ia sandang di musim 2005, berhasil ia lampaui.

Kendati tak sampai menang, tapi penampilan Rossi sudah bagus. Hal tersebut dalam dilihat dari usahanya yang start dari urutan ke-10, kemudian berhasil menanjak ke posisi tiga besar hanya dalam enam lap pertama.

Finish di urutan keempat adalah rookie dari pabrikan Honda, Andrea Dovizioso, yang total poinnya di musim pertamanya di MotoGP ini menjadi 174. Di klasemen akhir ia berada di tempat kelima di bawah rookie lainnya, Jorge Lorenzo (189), yang di Valencia hanya menempati peringkat kedelapan.

Sementara itu Nicky Hayden mengakhiri karirnya di tim Repsol Honda dengan finish di tempat kelima di Valencia. Juara dunia 2006 yang tahun depan menjadi partner Stoner di tim Ducati itu mengumpulkan 155 poin, nangkring di peringkat enam di klasemen akhir.

Repsol Honda tampil berbeda di seri pamungkas ini. Kedua pembalapnya, Pedrosa dan Hayden turun dengan motor dan kostum berwarna dominan putih. Selama ini tim tersebut punya punya warna identitas oranye--merah-hitam.

Hasil MotoGP Valencia:

1. Casey Stoner Ducati (B) 46:46.114
2. Dani Pedrosa Honda (B) + 3.390
3. Valentino Rossi Yamaha (B) + 12.194
4. Andrea Dovizioso Honda (M) + 24.159
5. Nicky Hayden Honda (M) + 26.232
6. Colin Edwards Yamaha (M) + 32.209
7. Shinya Nakano Honda (B) + 34.571
8. Jorge Lorenzo Yamaha (M) + 35.661
9. Loris Capirossi Suzuki (B) + 38.228
10. Alex de Angelis Honda (B) + 47.583
11. James Toseland Yamaha (M) + 52.107
12. Sylvain Guintoli Ducati (B) + 52.350
13. Chris Vermeulen Suzuki (B) + 52.833
14. John Hopkins Kawasaki (B) + 53.227
15. Randy de Puniet Honda (M) + 53.411
16. Marco Melandri Ducati (B) +1:08.387
17. Anthony West Kawasaki (B) +1:11.181
18. Toni Elias Ducati (B) +1:37.055

19 Oktober 2008

Pecahkan Rekor Doohan, Kejar Rekor Lainnya


Jakarta - Kemenangan Valentino Rossi di MotoGP Malaysia mengantarnya memecahkan rekor legenda MotoGP, Michael Doohan. Dalam hal apa? Lantas, rekor apalagi yang masih dikejar Rossi?

Rossi finis terdepan setelah melahap 21 lap balapan di Sirkuit Sepang, Minggu (19/10/2008). Pembalap Yamaha itu seperti tak tersentuh dan menyisakan peringkat dua dan tiga bagi Dani Pedrosa serta Andrea Dovizioso.

Kemenangan ini adalah kemenangan kelima Rossi di kelas premier GP Motor Malaysia, sekaligus yang keenam dicatatkannya di GP Malaysia. Rossi menang sekali di kelas 125cc, sekali di kelas 500cc dan sisanya di kelas MotoGP.

Selain tahun ini, Rossi menang pada tahun 1997 (125cc) 2001, 2003, 2004 dan 2006. Sementara Doohan lima kali menang di Malaysia pada tahun 1992, 1994, 1995, 1997 dan 1998, kesemuanya dilakukan dengan menunggangi motor Honda di kelas 500cc.

Doohan memenangi empat gelar di Sirkuit Shah Alam dan satu sisanya di Sirkuit Johor. Kemenangan Rossi di kelas 125cc tahun 1997 diraih di Shah Alam, sementara lima kemenangan lainnya dicatat di Sepang, yang mulai dipakai sebagai tuan rumah GP Malaysia semenjak tahun 1999.

Podium teratas di MotoGP Malaysia tahun ini sekaligus membuat koleksi angka Rossi di klasemen bertambah 25 poin menjadi 357 angka. Dengan satu seri tersisa, Rossi mencoba memecahkan rekor poin terbanyak dalam semusim.

Rekor yang masih harus dipecahkan Rossi di Valencia pekan depan itu tercatat atas namanya sendiri. Rekor poin terbanyak dalam semusim adalah 367 poin yang dicatat The Doctor ketika merebut titel jawara dunia tahun 2005.

Artinya, Rossi memerlukan 11 poin lagi untuk memecahkan rekor tersebut. Dengan konsistensi dan rasa lapar gelar yang ditunjukkan pembalap Italia itu --meski sudah memastikan jadi juara dunia-- rasanya tak sulit untuk memecahkan rekor itu. Rossi hanya butuh finis di posisi kelima di Valencia nanti.

Rossi Raja di Sepang


Sepang - Valentino Rossi tampaknya masih lapar dengan gelar juara meski telah jadi jawara dunia. Hal tersebut dibuktikan oleh pembalap Yamaha itu dengan memenangi MotoGP Malaysia.

Rossi menyelesaikan balapan sepanjang 21 lap di Sirkuit Sepang, Minggu (19/10/2008) sebagai yang terdepan. Di belakangnya, ada pembalap Honda asal Spanyol, Dani Pedrosa.

Rookie asal Italia, Andrea Dovizioso, merengkuh podium pertamanya di MotoGP dengan menempati peringkat ketiga. Nicky Hayden dan Shinya Nakano masing-masing berhak atas posisi empat dan lima.

Kemenangan ini adalah titel seri ke-9 yang berhasil dikumpulkan Rossi. Pembalap berusia 29 tahun itu sejauh ini telah mengumpulkan 357 angka, defisit 10 poin dari rekor 367 angka yang ia cetak saat jadi juara dunia 2005.

Jalannya balapan
Pedrosa yang start dari posisi pertama mengawali balapan dengan mulus dan melalui tikungan pertama tetap sebagai pembalap terdepan. Sedang Rossi yang start kedua dilewati Dovizioso.

Keberhasilan Dovizioso menempati posisi kedua adalah kredit tersendiri bagi pemuda Italia itu. Pasalnya, Dovi start dari posisi enam. Artinya, ia melompat empat posisi ke depan.

Namun hal itu tidak bertahan lama karena di lap ketiga, Rossi melewati Dovizioso dan mulai membuntuti Pedrosa. Sang juara dunia terus menyerang posisi Pedrosa hingga beberapa lap kemudian.

Upaya menyalip Pedrosa tak mudah bagi Rossi. Upaya itu baru berhasil di lap ke-11. Di tikungan hairpin sebelum garis start-finish, Rossi melewati pembalap Honda itu dan memimpin lomba.

Bila Rossi membalap dengan cemerlang, tidak demikian dengan rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Pembalap Spanyol itu terpeleset ketika akan mengambil tikungan ke kanan di lap 12. Bergabung kembali di peringkat 16, akhirnya Lorenzo memilih tak melanjutkan lomba.

Rossi terus mendominasi balapan dan mulai tak tersentuh. Lap ke-14, selisih Rossi dengan Pedrosa melebar sampai 1,5 detik lebih. Dengan rombongan di belakang yang dihuni Dovizioso dan Hayden, selisih itu sekitar 4 detik.

Pertarungan seru terjadi di rombongan kedua. Hayden yang memakai motor Honda dari pabrikan, mulai mengancam Dovizioso yang 'hanya' memakai motor kelas dua milik tim satelit, JiR Scot Honda.

Di lap 16, steward mengibarkan bendera putih. Ini berarti ada hujan yang turun di sebagian trek dan para pembalap diizinkan untuk mengganti motor yang dilengkapi ban basah. Namun hujan tampaknya tak jadi turun dan motor cadangan itu kembali disimpan oleh seluruh tim.

Kembali ke persaingan Dovizioso-Hayden, aksi saling menyalip seru diperagakan kedua pembalap di lap 18. Setelah start-finish, Hayden yang memiliki motor dengan tenaga lebih besar sukses mengkudeta Dovi dari posisi tiga.

Namun Dovi tak menyerah. Selang beberapa tikungan, pembalap 22 tahun itu merebut kembali posisinya. Hayden sempat menyalip kembali namun Dovi menyalip lagi dan mempertahankan posisi.

Casey Stoner yang sempat beberpaa waktu membuntuti Hayden kemudian malah harus menyerahkan posisi peringkat lima kepada Nakano. Kemudian, ganti Nakano yang mengancam posisi Hayden.

Di depan, Rossi semakin nyaman dengan posisi terdepannya. Selisih sang juara dunia dengan Pedrosa terus melebar hingga menjadi lebih dari empat detik. Gelar juara tampaknya akan diamankan pria 29 tahun itu.

Persaingan sengit masih terjadi antara Dovizioso dengan Hayden di tiga lap terakhir. Hayden yang menunggangi motor yang lebih baik akhirnya tak mampu melewati Dovi yang sukses bertahan tanpa membuat kesalahan.

Posisi akhir ketika chequered flag dikibarkan adalah Rossi, Pedrosa, Dovizioso, Hayden, Nakano dan Stoner.

Hasil MotoGP Malaysia
Pos Pembalap Motor Waktu
1. Valentino Rossi Yamaha 43:06.007
2. Dani Pedrosa Honda +4.008
3. Andrea Dovizioso Honda +8.536
4. Nicky Hayden Honda +8.858
5. Shinya Nakano Honda +10.583
6. Casey Stoner Ducati +13.640
7. Loris Capirossi Suzuki +15.936
8. Colin Edwards Yamaha +18.802
9. Chris Vermeulen Suzuki +23.174
10. Randy de Puniet Honda +25.516
11. John Hopkins Kawasaki +27.609
12. Anthony West Kawasaki +41.399
13. Sylvain Guintoli Ducati +45.617
14. Alex de Angelis Honda +49.003
15. Toni Elias Ducati +59.139
16. Marco Melandri Ducati +1:03.328
17. Nobuatsu Aoki Suzuki +1:48.363

Tidak finis
Pembalap Motor Lap
Jorge Lorenzo Yamaha 12
James Toseland Yamaha 2

14 Oktober 2008

Valentino Rossi Pahlawan Brad Pitt


Jakarta - Bintang Hollywood Brad Pitt punya kekaguman luar biasa terhadap Valentino Rossi. Pembalap yang sudah memastikan gelar juara dunia MotoGP 2008 itu pun didapuk Pitt jadi pahlawannya.

Laju Rossi di atas lintasan balap sudah membuatnya mendapat banyak pengagum dari berbagai kalangan. Pitt hanyalah satu dari sekian banyak itu, kendati "kegilaannya" terhadap Rossi tak kalah dari fans lain.

Dalam sebuah wawancara dengan Majalah Riders Italian yang dikutip situs resmi MotoGP, Pitt tak sungkan mengaku kalau dirinya ingin jadi seperti Rossi yang dikagumi bukan hanya karena kesuksesannya, "Tapi juga karena spontanitasnya yang hebat, yang terus dipeliharanya meski popularitasnya yang luar biasa."

Kekaguman aktor berusia 44 tahun yang sudah membintangi sederet film blockbuster sepeti "Babel", "Oceans Eleven" dan "Troy" tersebut tak hanya berhenti sampai situ. Dengan tegas, Pitt menyebut Rossi sebagai pahlawannya.

"Kami berdua sama-sama ada di bawah tatapan publik dan langka buat kami untuk punya pahlawan-pahlawan yang jadi idola, tapi saya punya satu nama yang saya letakkan di atas semuanya, Valentino Rossi. Saya akan memberikan segalanya untuk bisa seperti dia," ucap Pitt penuh kekaguman.

Mengomentari gaya membalap Rossi, yang disebutnya sangat menghipnotis, Pitt juga penuh puji-puji. "Dia selalu cool, tampaknya dia punya ketenangan nyaris tak seperti manusia. Hal yang mustahil bisa dilakukannya. Dia terlihat seperti berbobot 30 kilo tapi dia mampu menempel ke aspal tanpa tabrakan. Kelihatannya dia menari saat membalap, benar-benar seperti puisi," puji pasangan Angelina Jolie tersebut.

Pitt juga setia mencermati perkembangan MotoGP dan selalu menyempatkan diri melihat tayangan balapan, bahkan menyambangi Grand Prix manakala sempat. Pria yang dua kali dinobatkan majalah People sebagai Sexiest Man Alive itu juga sempat datang ke Mugello musim ini dan memberi selamat buat Rossi di pit-box usai "The Doctor" meraih kemenangan di sana.

Kesukaan Pitt terhadap balap motor turut membuatnya mengoleksi beberapa tunggangan. Di antaranya adalah sebuah Harley-Davidson Shovelhead, MV Agusta Brutale 910, Ducati, Confederate Hellcat F124 dan Vespa.

Juara Sudah, Rossi Kejar 'Bonus'


Jakarta - Sudah memastikan mahkota juara MotoGP, Valentino Rossi masih belum mau berhenti memburu kemenangan. Rekor pribadi memang membayang jadi "bonus" jika dirinya bisa tampil maksimal di dua seri sisa.

Rossi mengunci gelar juara dunia pada seri MotoGP Jepang, ketika dia mencatat kemenangan kedelapannya musim ini. Setelah hanya jadi runner-up di Australia, dia bersiap memenangi dua seri sisa dimulai dari Malaysia.

"Saya menantikan ke Malaysia karena kami sudah melakukan banyak uji coba di sana dengan Bridgestone jadi kami memiliki banyak data --bukan sesuatu yang banyak kami miliki di musim ini," tekad Rossi seperti dikutip Autosport, Selasa (14/10/2008).

Musim lalu Rossi hanya menjadi juara kelima di Sepang, tapi catatannya di Malaysia sebenarnya mengilap. Sejak 500cc menjadi kelas MotoGP tahun 2002 lalu, sudah tiga kali dia jadi juara di sana.

"Saya suka Malaysia dan pada masa lalu saya sudah melakukan beberapa balapan bagus di sana, apalagi di sana benar-benar sesuai dengan motor kami sehingga dengan ditambah keberuntungan kami bisa berharap akhir pekan menyenangkan," lugas dia.

Bukan hanya Malaysia semata yang dibidik Rossi. Valencia yang jadi seri penutup pun ingin diakhirinya dengan hasil terbaik. "Kami punya dua balapan sisa dan saya ingin memenangi keduanya, plus saya ingin mempertahankan catatan positif Yamaha di podium musim ini."

Jika Rossi mampu memenangi kedua seri sisa, maka pria Italia berusia 29 tahun itu total akan mengemas 382 angka berkat tambahan 50 poin kemenangan. Jumlah tersebut akan menjadi rekor baru pribadi buatnya, dalam hal raihan poin dalam semusim. Saat ini poin terbanyak Rossi adalah 367, yang dicatat saat jadi juara dunia tahun 2005 silam.

Sebagai pembanding Nicky Hayden mengemas 252 poin ketika jadi juara dunia tahun 2006, sementara Casey Stoner mendulang 367 angka saat meraja di tahun 2007. Hanya kedua pembalap itulah yang mengganggu dominasi Rossi di kelas MotoGP.

Bukan hanya itu. Jika di dua seri sisa Rossi mampu menjejak podium --baik satu, dua ataupun tiga-- maka dia akan mengakhiri musim ini dengan raihan 16 podium. Itu akan menyamai rekornya sebagai peraih podium terbanyak dalam semusim, yang dicatat Rossi pada musim 2003 dan 2005.

Dengan mahkota juara sudah melekat di kepala, peluang mendapat tambahan "bonus" niscaya takkan begitu saja dilepas "The Doctor" demi mempermanis kesuksesan tahun ini.

08 Oktober 2008

Nasib Stoner Bisa Seperti Kevin Schwantz


Jakarta - Kevin Schwantz terpaksa meninggalkan ajang balap motor tahun 1995, setelah dua tahun sebelumnya jadi juara dunia 500cc, dikarenakan cedera. Hal yang sama bisa saja menimpa juara dunia MotoGP 2007 Casey Stoner.

Cedera lama di bagian pergelangan tangan belakangan ini menghinggapi Stoner lagi. Pembalap Ducati itu lantas telah disarankan untuk segera naik meja operasi, meski dia masih ingin menundanya sampai akhir musim.

Proses operasi tersebut dikatakan Stoner harus dilakukan untuk menyelamatkan karir membalapnya. Dia menambahkan bahwa tiga orang dokter di tiga buah negara sudah menyatakan bahwa operasi adalah hal yang tak terelakkan.

Namun demikian, dokter MotoGP Claudio Costa punya penilaian lain. Menilik dari penampilan Stoner yang tampak tak terhambat cedera saat meraja di Australia akhir pekan lalu, menurut Costa operasi malah jadi langkah riskan.

"Kalau Stoner bisa berkendara sebagaimana yang dilakukannya di hari Minggu, maka operasi bisa berbahaya. Itu dikarenakan letaknya ada di area di mana persediaan darah tidaklah banyak, dan ada kemungkinan tulangnya takkan pulih terbentuk lagi," analisa Costa kepada Gazzetta dello Sport yang diwartakan Autosport.

Dampak terburuk akibat hal tersebut, imbuh Costa, adalah Stoner nantinya harus pensiun sebagai pembalap. "Hal semacam itulah yang memaksa Kevin Schwantz dan Doriano Romboni untuk mundur."

Setelah mengalami sejumlah crash di musim 1994, Schwantz yang adalah salah satu pembalap motor legendaris Amerika Serikat tersebut terpaksa pensiun di awal musim 1995.

Hal serupa dialami oleh Ramboni yang pada awal musim 1999 tampil apik di ajang Superbike. Laju positif pembalap Italia yang saat itu menunggangi Ducati tersebut harus berakhir dengan tragedi setelah bertabrakan dengan Aaron Slight sehingga mendapat cedera kaki. Karir Ramboni langsung redup kendati sempat kembali sesaat tahun 2000 dan 2004.

05 Oktober 2008

Rossi: Balapan yang Menarik!


Phillip Island - Setelah memulai balapan dari posisi 12, Valentino Rossi akhirnya bisa finis di urutan dua. The Doctor pun menyebut bahwa GP Australia merupakan balapan yang menarik.

Ia menyebut balapan yang berlangsung di Sirkuit Phillip Island itu menarik karena dirinya seperti dipaksa untuk menggeber gas motornya terus menerus. Tujuannya? Jelas untuk bisa finis di posisi podium.

"Bagi saya ini adalah balapan yang sangat menarik dari awal hingga akhir karena saya tak memiliki kesempatan untuk rileks sejenak," tukasnya di Autosport.

"Sayangnya karena kesalahan saya kemarin (terjatuh dalam sesi kualifikasi, red), memulai balapan dari baris keempat sangatlah sulit. Tetapi, saya sangat percaya diri karena saya tahu saya punya kecepatan yang bagus. Sebelum terjatuh kemarin saya sangat percaya pada kemampuan motor saya," lanjutnya.

Italiano berusia 29 tahun ini juga mengakui bahwa ia sempat mendapat perlawanan sengit dari James Toseland yang sempat berada di depannya. Namun, pada akhirnya ia bisa juga mendahului Toseland hingga akhirnya berada di belakang Nicky Hayden yang juga kemudian berhasil ia lalui.

"Saya terus memacu motor saya dan akhirnya berada di antara (Jorge) Lorenzo dan Toseland. Pertarungan melawan Toseland sangat berat. Saya sempat kehilangan waktu karena James sempat menyalip saya dan saya harus tetap berada di belakangnya. Namun, ketika saya berada di depannya lagi, saya mengubah ritme saya dan terus mencoba untuk melaju."

"Saya bisa melihat Nicky semakin dekat. Saya berpikir 'Saya akan mencobanya, mungkin akan berhasil mungkin tidak'. Saya tak terlalu yakin. Namun lap demi lap, saya akhirnya berada di belakang Nicky di lap terakhir. Jadi, saya pikir finis di posisi dua adalah hasil terbaik untuk kami," tandasnya.

Rossi juga mengungkapkan bahwa cedera leher yang dideritanya akibat terjatuh di sesi kualifikasi tidak menganggunya. Rider Yamaha ini mengatakan bahwa cedera tersebut telah pulih seusai ditangani dengan baik oleh pihak medis.

"Saya ingin berterima kasih kepada semua orang di Clinica Mobile dan dokter Claudio Costa. Saya merasa fit 100 persen untuk balapan. Terima kasih banyak."

Stoner Akhiri Dahaga Juara


Phillip Island - Casey Stoner mengakhiri dahaga juara usai memenangi MotoGP seri Australia, Minggu (5/20/2008), di Sirkuit Phillip Island. Ya, inilah kemenangan perdana Stoner setelah hampir tiga bulan tak pernah meraihnya.

Terakhir kali penunggang Ducati itu naik ke podium tertinggi adalah pada 13 Juli 2008 di MotoGP Jerman. Selanjutnya, dalam lima seri setelah itu, gelar juara selalu jatuh ke tangan Valentino Rossi. Stoner sendiri sempat dua kali terjatuh, yakni di Republik Ceko dan Misano sehingga membuat Rossi kian sulit untuk dikejar dalam perebutan titel juara dunia.

Kemenangan ini memang sudah banyak berarti bagi Stoner sebab gelar juara sudah jatuh ke tangan Rossi. Dengan tambahan 25 poin, Stoner kini mengoleksi 245. Sementara Rossi kini kokoh dengan koleksi poin 332.

Jalannya Balapan

Stoner tak mengalami kesulitan untuk mempertahankan posisi terdepan selepas start. Dengan mulus ia memacu motornya mengungguli Nicky Hayden dan Dani Pedrosa yang berada di belakangnya. Sementara Valentino Rossi tetap berada di posisi 12.

Namun, tak lama setelah start Pedrosa sudah harus menerima nasib sial. Akibat tak sempurna dalam menikung ia harus tergelincir keluar lintasan dan balapannya pun berakhir di gravel trap. Ikut menyasar keluar trek bersamanya adalah Sylvain Guintoli dan Chris Vermeulen.

Posisi Pedrosa pun diambil alih oleh James Toseland yang aslinya start dari posisi lima. Sementara itu Rossi terus merangsek naik dengan menyalip pembalap-pembalap di depannya. Di akhir lap ketiga ia sudah berada di posisi delapan.

Di akhir lap keempat, Toseland kehilangan posisinya di peringkat tiga akibat disalip oleh Jorge Lorenzo. Sementara Rossi kini berada di posisi lima. Stoner? Ia masih tetap memimpin dengan Hayden terus menguntitnya di posisi dua.

Ketika balapan telah lewat delapan lap, Rossi berhasil naik ke posisi empat dengan Toseland berada di depannya dan Lorenzo di posisi lima. The Doctor terlihat mencari-cari peluang untuk menyalip Toseland, namun tak diberikan sedikit celah pun oleh Toseland.

Stoner masih terus memimpin ketika balapan memasuki lap ke-10. Ia pun sempat unggul hingga 1,6 detik atas Hayden. Posisi enam besar setelah berlangsung 10 lap adalah: Stoner, Hayden, Toseland, Rossi, Lorenzo, Shinya Nakano.

Pada lap ke-12 akhirnya Rossi berhasil meraih keunggulan atas Toseland. The Doctor kini menempati posisi tiga dengan Stoner dan Hayden berada di depannya. Posisi balapan setelah lap 12: Stoner, Hayden, Rossi, Toseland, Andrea Dovizioso, Lorenzo.

Rossi yang tak puas hanya berada di posisi tiga, terus menggeber motornya untuk mendekati Hayden. Jarak antara keduanya yang sempat terpaut jauh akhirnya menipis dan rider Yamaha itu akhirnya berhasil menyalip Hayden di lap terakhir.

Stoner akhirnya keluar sebagai juara dengan diikuti oleh Rossi, Hayden, Lorenzo, Nakano dan Toseland untuk melengkapi posisi enam besar.

Hasil Balapan MotoGP Australia

(Pembalap-tim-catatan waktu)

1. Casey Stoner (Ducati) 40:56,643
2. Valentino Rossi (Yamaha) +6,504
3. Nicky Hayden (Honda) +7,205
4. Jorge Lorenzo (Yamaha) +11,500
5. Shinya Nakano (Honda) +11,914
6. James Toseland (Yamaha) +12,243
7. Andrea Dovizioso (Honda) +12,780
8. Colin Edwards (Yamaha) +25,920
9. Randy de Puniet (Honda) +26,037
10. Loris Capirossi (Suzuki) +26,799
11. Toni Elias (Ducati) +27,027
12. Anthony West (Kawasaki) +47,808
13. John Hopkins (Kawasaki) +48,333
14. Sylvain Guintoli (Ducati) +48,899
15. Chris Vermeulen (Suzuki) +48,935
16. Marco Melandri (Ducati) +1:11,767

Tak Finis

Dani Pedrosa (Honda)
Alex de Angelis (Honda)

28 September 2008

Rossi: Ini Usaha Paling Keras


Motegi - Sudah enam kali Valentino Rossi menjadi juara dunia di kelas utama Grand Prix motor. Dari semua sejarah kesuksesannya itu, ia menganggap upaya terkeras yang dilakukannya ada di musim ini.

Italia berusia 29 tahun itu baru saja mengamankan titel keenam dalam karirnya di MotoGP (dan kelas 500cc) setelah memenangi balapan di Motegi, Jepang, Minggu (28/9/2008).

Ini adalah kali kelima berturut-turut Rossi meraih kemenangan, atau yang kedelapan dari 15 seri yang telah digelar di mnusim ini. Dengan koleksi 312 poin, ia takkan terkejar lagi oleh Casey Stoner meskipun masih tersisa tiga seri.

Sejak menjadi runner up dalam debutnya di kelas 500cc di tahun 2000, Rossi secara beruntun memenangi kompetisi 2001-2005. Namun di dua musim terakhir ia gagal, dan gelar juara diraih Nicky Hayden (2006) dan Stoner (2007).

"Sulit untuk mengatakannya, tapi yang satu ini sungguh luar biasa," cetusnya seusai lomba, seperti dikutip Autosport. "Aku merasa sangat bagus karena pertarungan tahun ini sangat ketat, terutama dengan Stoner dan Pedrosa. Ini musim yang panjang dengan banyak balapan dan duel sengit."

"Aku sangat senang. Aku begitu beruntung dalam karirku. Aku telah memenangi banyak kompetisi yang bagus dan sulit, seperti yang pertama dengan Yamaha di tahun 2004. Tapi aku pikir ini adalah musim di mana aku melakukan usaha paling banyak untuk mencoba menang. Aku bekerja keras di setiap weekend balapan, juga selalu berusaha menjaga konsentrasi dan tetap kuat di luar balapan," tuturnya.

Rossi Menang, Rossi Juara


Motegi - Nasib buruk tidak mendatangi Valentino Rossi di Motegi. Sebaliknya, ia menorehkan hasil maksimal dan memenangi MotoGP Jepang, sekaligus memastikan merengkuh kembali titel juara dunia.

Pada balapan yang berlangsung hari Minggu (28/9/2008) siang WIB, Rossi berhasil finish di urutan pertama, mengalahkan rival utamanya yang juga juara musim lalu, Casey Stoner.

Dengan 312 poin yang telah dikumpulkannya, pembalap tim Fiat Yamaha itu sudah tak mungkin dikejar lagi oleh Stoner (220). Kalaupun Stoner memenangi tiga seri terakhir dan Rossi tak memperoleh tambahan angka lagi, tetap saja "The Doctor" yang tampil sebagai juara di akhir musim.

Ini berarti pula Rossi menambah koleksi gelarnya menjadi enam di kelas tertinggi Grand Prix. Ditambahkan satu titel di kelas 125cc dan 250cc, berarti ia total mengantongi delapan titel juara dunia.

Tahun lalu ia hanya menempati urutan ketiga di bawah Stoner dan Dani Pedrosa, sedangkan di tahun 2006 ia jadi runner up Nicky Hayden.

25 September 2008

Capirossi: Yang Penting Tampil Baik


Motegi - Loris Capirossi adalah penguasa sirkuit Motegi dalam tiga musim terakhir. Namun di musim ini pembalap kawakan Italia itu tak bicara soal juara lagi. Yang penting baginya adalah tampil baik.

Capirossi akan bertarung di Jelang akhir pekan ini dengan predikat sebagai juara tiga kali berturut-turut (2005, 2006, 2007). Ia menorehkan prestasi hebat itu bersama tim Ducati.

Menghadapi balapan hari Minggu (28/9) ini pembalap Italia itu sepertinya tidak yakin bisa melakukannya lagi. Soalnya performa Suzuki di musim ini memang tidak mengilap.

Dari 14 seri yang telah diikuti, Capirossi baru naik podium satu kali, saat finish di urutan ketiga di Brno, Republik Ceko. Di klasemen sementara pria berusia 35 tahun itu baru mengantongi 86 poin dan menempati peringkat ke-11.

"Empat seri terakhir akan sangat penting buat kami untuk mempertahankan performa yang bagus, untuk mulai menyiapkan motor musim depan," ujar dia seperti dikutip Autosport, Kamis (25/9/2008).

"Kami punya banyak ujicoba dan harus menguji banyak hal setelah balapan di Valencia, dengan motor baru. Rencana tahun depan sangat besar. Kami tahu, kami harus mencoba berbuat yang terbaik di empat balapan tersisa, dengan apa yang kami miliki saat ini."

Posisi Capirossi untuk musim 2009 sudah aman setelah Suzuki memastikan bahwa ia dan Chris Vermeulen tetap dipertahankan.

22 September 2008

Doohan: Rossi Terbaik Sepanjang Masa


Jakarta - Karena kondisi dan teknologi yang berbeda di setiap jaman, sulit menentukan pembalap terbaik sepanjang masa. Menyusul kemenangan di Indianapolis, Valentino Rossi bisa jadi adalah orang yang dimaksud.

Komentar tersebut tak keluar dari sembarang orang. Adalah mantan juara dunia lima kali, Mick Doohan yang melontarkan pernyataan sekaligus sanjungan setinggi langit tersebut.

"Orang sering bertanya siapa pembalap terbaik sepanjang masa? Itu hal yang sulit untuk dijawab karena di setiap jaman punya perbedaan. Dengan begitu, Valentino mungkin sama baiknya dengan pembalap terbaik yang pernah ada, kalau bukan yang terbaik," ungkap Doohan di TheAge.

Menyusul kemenangan di Indianapolis akhir pekan lalu, Rossi kini tercatat sebagai pembalap yang paling sering memenangi balapan di kelas utama dengan total 69 kemenangan didapat - mengalahkan rekor sebelumnya milik Giacomo Agostini yang punya 68 kemenangan.

Hal lain yang membuat Doohan yakin kalau The Doctor adalah pembalap terbaik adalah fakta bahwa rider Italia itu masih punya masa depan yang panjang di kelas MotoGP. Itu berarti akan ada lebih banyak gelar yang akan didapat dan lebih banyak rekor untuk terus diukir. Catat pula kalau Rossi kini tinggal selangkah lagi menuju titel juara dunianya yang kedelapan.

"Untuk memenangi begitu banyak balapan yang sudah dia dapat dalam kurang dari sembilan musim menunjukkan betapa konsistennya dia. Dan itu adalah kekuatannya, di samping skill-nya. Saya yakin dia akan menjalani banyak balapan lagi, jika dia tetap dalam kondisi fit," pungkas pria berpaspor Australia itu.

17 September 2008

Stoner Berencana Operasi, Rossi Juara Lebih Cepat


Jakarta - Valentino Rossi berpeluang meraih titel juaranya yang kedelapan tanpa harus menyelesaikan semua seri tersisa. Itu terkait operasi dini yang akan dilakukan Casey Stoner.

Secara matematis Rossi cuma butuh tambahan minimal 14 poin dengan empat seri tersisa. Pasca kemenangan di Indianapolis pekan lalu, keunggulan angka The Doctor atas Stoner kini berjumlah 87 poin.

Rossi bisa lebih cepat mengamankan mahkota juara dunia yang sudah dua musim hilang dari kepalanya. Itu memungkinkan terjadi karena Stoner berencana menjalani operasi lebih cepat yang membuatnya absen di seluruh balapan tersisa.

Operasi mendesak dilakukan Stoner karena dia mengaku merasa sangat kesakitan saat menjalani balapan terakhir. Pemuda Australia itu bermasalah dengan pergelangan tangannya, cedera yang sudah dia dapat sejak tahun 2003 dan bertambah parah setelah mengalami kecelakaan di MotoGP San Marino.

Adalah Bos Tim Ducati, Livio Suppo, yang mengindikasikan hal tersebut. Operasi dini dilakukan demi persiapan yang lebih matang di ujicoba musim dingin yang tentunya bakal jadi bekal berharga untuk mempersiapkan musim depan.

"Casey tak menceritakannya karena dia tak mau disebut cengeng, tapi saya bisa mengetahuinya, selain masalah pada tangannya, dia juga merasakan sakit di bahu dan tulang rusuk karena kecelakan hari jumat," ungkap Suppo pada Gazzetta dello Sport seperti diberitakan Autosport.

Sampai kini memang belum ada keputusan final kapan operasi tersebut bakal dilakukan. Namun untuk proses pemulihannya nanti, Stoner diharuskan beristirahat hingga dua setengah bulan.

"Jika rasa sakit yang dirasakannya masih bisa ditoleransi, maka Stoner akan menyelesaikan musim. Jika tidak....," pungkas Suppo menggantung.

16 September 2008

Hayden Resmi ke Ducati


Monza - Kepastian bakal kemana Nicky Hayden musim depan terjawab sudah setelah Ducati menkonfirmasi juara dunia 2006 itu akan mendampingi kampiun musim lalu, Casey Stoner.

"Kami senang Nicky bisa bergabung dengan kami. Kami yakin sikap pantang menyerah, gaya membalap dan kharakternya bakal menjadi tambahan penting untuk tim kami di 2009," ujar Ducati Corse CEO Claudio Domenicali seperti dikutip Autosport.

Hayden menempati posisi yang ditinggalkan Marco Melandri yang resmi hijrah ke Kawasaki musim depan setelah mengikat kontrak dengan durasi dua tahun.

"Saya ingin berterima kasih kepada Melandri untuk profesionalismenya selama menjalani musim yang sulit, yang mana di bawah harapan kami. Sayangnya, perasaannya dengan Desmosedici (GP9) tidak pernah pas untuk bisa membuatnya kompetitif. Kami mendoakan yang terbaik untuknya di masa mendatang."

Hayden sendiri akan mulai melakukan debutnya untuk Ducati pada 27 Oktober mendatang, sesaat setelah berakhirnya musim kompetisi MotoGP 2008 di Valencia.

15 September 2008

Rossi Selangkah Menuju Gelar Juara


New York - Valentino Rossi meraih kemenangan ketujuhnya musim ini setelah menjuarai MotoGP Indianapolis. The Doctor pun kian tak tertahankan untuk meraih titel juara dunianya yang kedelapan.

Balapan pertama di sirkuit Indianapolis tak berjalan seperti yang direncanakan sebelumnya. Karena hujan deras yang mengguyur plus kencangnya hembusan angin yang dianggap bisa membahayakan pembalap, race dihentikan saat memasuki lap 21 atau kurang tujuh lap dari yang dijadwalkan.

Apapun kondisinya, tambahan 25 poin dari Indianapolis membuat Rossi kian jauh meninggalkan Stoner di klasemen pembalap. Jagoan Fiat Yamaha itu kini punya koleksi angka 287, unggul 87 angka dari Stoner yang finis di posisi empat.

Dengan empat balapan tersisa Rossi hanya butuh sekali finis di posisi kedua untuk mengunci titel juara dunianya yang kedelapan.

Finis di posisi kedua pada balapan tersebut adalah jagoan tuan rumah Nicky Hayden. The Kenthucky Kid menyelesaikan balapan di depan pembalap Fiat Yamaha lainnya Jorge Lorenzo.

Jalannya Balapan

Hujan yang sempat turun dipagi hari membuat lintasan Indianapolis, Senin (15/9/2008) masih terlihat basah pada beberapa bagian trek. Race director pun mengumumkan ini sebagai wet race alias balapan basah.

Rossi mengawali balapan dengan kurang baik, dia tak mampu mempertahankan pole position yang dia dapat di sesi kualifikasi dan langsung merosot ke posisi empat. Adalah Casey Stoner yang mampu menjalani start dengan sempurna untuk langsung berada di posisi terdepan.

Juga mengawali race dengan sempurna adalah Andrea Dovizioso yang menyodok ke posisi tiga meski memulai balapan dari posisi tujuh. Formasi awal pembalap selepas tikungan pertama adalah Stoner, Nicky Hayden, Dovizioso, Rossi, Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo.

Namun komposisi tersebut tak bertahan lama karena sebelum satu putaran terlewati beberapa perubahan sudah terjadi. Dovizioso melanjutkan kegemilangannya dengan merebut posisi terdepan dari Stoner, tak lama berselang sang juara dunia turun ke posisi, kali ini Hayden yang menyalipnya.

Memasuki lap ketiga, Hayden menggelorakan pendukungnya setelah mengambil alih posisi terdepan dari Dovizioso. Sedangkan Rossi yang sempat merosot ke posisi lima kembali masuk urutan empat besar setelah balas menyusul Hayden, satu lap berselang The Doctor sudah berada posisi tiga besar.

Masuk putaran keempat posisi Rossi kembali naik satu strip, juara dunia tujuh kali itu sudah bertengger di posisi dua setelah menjalani pertarungan singkat dengan Dovizioso.

Perubahan di possisi tiga besar kembali terjadi di lintasan lurus start/finis ketika memasuki lap delapan, seakan tak mau kalah dengan rekan setimnya, Lorenzo tampil gemilang untuk merebut posisi tiga dari Dovizioso. Sedangkan di urutan terdepan, Rossi memberi tekanan pada Hayden dengan terus merapatkan jarak waktu atas The Kenthucky Kid.

Hujan terlihat kembali mengguyur lintasan saat balapan memasuki lap 10. beberapa bagian lintasan yang sebelumnya mengering kini kembali basah.

Selain perebutan posisi terdepan, pertarungan meraih posisi empat antara Stoner dengan Dovisiozo juga berlangsung menarik. Meski jugsa sempat mencatatkan fastest lap, Stoner kesulitan melepaskan diri dari bayang-bayang rider Italia itu.

Setelah mencatatkan beberapa fastest lap dan dengan setia membututi Hayden selama sembilan lap, dan usahanya menyalip selalu gagal, Rossi akhirnya memimpin balapan untuk kali pertama saat balapan masuk lap 13. Di sebuah tikungan ke kiri Rossi mengambil posisi Hayden dari sisi dalam.

Memasuki separuh balapan, tujuh posisi terdepan berturut-turut diisi Rossi, Hayden, Lorenzo, Stoner, Dovizioso, Spies dan Dani Pedrosa. Setelah memimpin balapan, laju Rossi kian tak terbendung. Dalam selang empat lap dia sudah menciptakan jarak hingga satu detik lebih.

Hujan bukan satu-satunya masalah yang dihadapi pembalap karena percikan air membuat jarak pandang pembalap menurun. Apalagi angin kencang terlihat berhembus dan menerbangkan sampah dan dedaunan ke tengah lintasan.

Kalau di posisi terdepan Rossi kian tak terkejar, di belakangnya terjadi persaingan sengit antara Dovizioso, Stoner dan Spies. Meski sempat dibayangi dengan ketat oleh Spies, Stoner malah mampu menyusul Dovizioso dan naik ke posisi empat saat balapan tersisa sembilan lap.

Saat tak mampu menjaga persaingan dengan Rossi, Hayden justru mendapat tekanan berat dari Lorenzo. Sementara di posisi terdepan Rossi tampil luar biasa setelah jaraknya dengan Hayden menjauh hingga enam detik.

Ketika balapan memasuki lap 21 bendera merah tiba-tiba dikibarkan oleh stewards yang berarti balapan dihentikan. Rossi pun memenangi balapan pertama di Sirkuit Indianapolis.

10 September 2008

Rossi: Bakal Sulit di Sini


Indianapolis - Muncul sebagai unggulan, Valentino Rossi menilai peluang semua rider memenangi seri Indianapolis cukup sama. Pertimbangannya, karena pengetahuan dan pengalaman pembalap tentang sirkuit anyar ini relatif berimbang.

Tahun 2008 menjadi musim pertama Indianapolis menjadi tuan rumah ajang MotoGP. Sirkuit ini lebih terkenal digunakan untuk balapan roda empat atau lebih seperti Indy 500 atau F1.

Kharakter lintasan pun cukup unik karena dianggap lebih cocok untuk balapan mobil. Namun demikian bukan berarti tidak pas untuk balapan motor. Buktinya, setelah mempertimbangkan banyak faktor, Indianapolis pun ditunjuk sebagai tuan rumah seri MotoGP.

Banyak pembalap mengaku antusias untuk segera membalap di lintasan ini, termasuk Valentino Rossi yang kini memburu quattrick kemenangan. Namun ia mengaku waspada dengan kemungkinan yang ada di Indianapolis ini.

"Betapa menyenangkannya bisa membalap di Indianapolis, tempat terkenal dan bersejarah untuk olahraga balap. Tapi dari laporan yang ada, balapan nanti bakal sulit bagi siapa saja," tandasnya seperti dikutip Crash.

"Tentu saja karena kami tak memiliki data, tapi kami juga berharap permukaan lintasan cukup bersahabat untuk ban," sambung Rossi.

Terkait faktor keamanan lintasan dan pembalap, Rossi sangat berharap semuanya terpenuhi dan tidak ada masalah muncul sebelum dan di saat balapan.

"Kami tahu tembok pembatas di beberapa tempat mepet dengan lintasan, tapi saya harap semua itu tak menjadi masalah. Kami baru akan menjajalnya Jumat (sesi latihan resmi pertama) nanti," tandasnya lagi.

Rossi sendiri kini menduduki puncak tertinggi klasemen sementara pembalap dengan 262 poin, di mana musim 2008 tinggal menyisakan lima seri lagi dan pembalap Fiat Yamaha itu dalam posisi memimpin 75 angka dari pesaing terdekatnya, Casey Stoner.

01 September 2008

Rossi: Stoner Jatuh karena Tekanan


Misano - Casey Stoner gagal finis dan tak kuasa mendulang poin usai terjatuh di Misano. Menurut Valentino Rossi yang akhirnya jadi juara, Stoner jatuh karena tekanan darinya.

Untuk kali kedua secara beruntun, Stoner terjatuh dari motor saat memimpin di lintasan dan tengah dikejar Rossi. Hal ini sebelumnya terjadi di Brno.

"Dia berusaha dengan keras dan pada titik itu dia selalu mengambil alur yang sangat sempit, bahkan di latihan," ulas Rossi seperti dikutip Autosport, Minggu (31/8/2008).

"Dia pastinya mengerem terlalu keras dan kehilangan (kendali) di depan. Dia tersorong saat sedang berupaya keras dan saya sedikit banyak melaju sepertinya, jadi dia berusaha menjauhkan jarak," urai Rossi.

Selepas start Stoner langsung tancap gas dan berusaha keras menjauhkan diri dari pembalap lainnya. Tapi Rossi yang menilai kalau tunggangannya tak kalah cepat dari Desmosedici GP8 tunggangan Stoner, perlahan memangkas ketinggalan. Hal itu diyakini memberi tekanan buat Stoner.

"Seperti acap kami perlihatkan, jika kami dalam kondisi bagus kami tak kalah cepat darinya. Jadi mungkin dia berusaha lebih keras dan kehilangan (kendali) di depan. Hari ini permukaan (lintasan) sedikit lebih licin. Pada tikungan itu saya juga mendapat peringatan," demikian Rossi.

Mengaku punya laju yang tak kalah dari Stoner, Rossi sebenarnya juga tak terlalu percaya diri bisa mengejar rival beratnya tersebut.

"Itu adalah balapan yang panjang dan saya tak tahu apa memungkinkan untuk mengejar dia. Tapi apapun juga saya senang karena pengaturan motor saya bagus dan ketika saya melihatnya terjatuh, saya pikir kejuaraan dunia akan jadi positif buat kami," pungkas pembalap asal Italia itu.

Agostini Semangati Rossi Kejar Rekornya

Roma - Legenda grand prix motor Giacomo Agostini menyanjung Valentino Rossi. Ia yakin bahwa pembalap Fiat Yamaha itu mampu menyamai rekor kemenangan terbanyak miliknya.

Kemenangan Rossi di San Marino akhir pekan kemarin membuat pembalap Italia ini menyamai rekor Agostini paling banyak menang di kelas utama (500cc & MotoGP) yaitu 68 kali. Namun masih ada satu lagi rekor yang masih dimiliki oleh Agostini, yaitu 122 kali kemenangan di semua kelas.

Rossi mengaku senang dapat menyamai rekor Agostini namun rekor lainnya diakui sangat sulit untuk dikejar. Meski demikian, Agostini merasa yakin bahwa Rossi akan dapat mengalahkan rekornya tersebut jika dia masih terus membalap beberapa tahun lagi.

"Jujur saja, tidak ada yang dapat saya dapat lakukan mengenai hal itu. Namun saya pikir akan sangat penting bagi dia menyamai Agostini. Saya pergi dengan rekor 122 kemenangan dan 15 gelar," ungkap Agostini seperti dilansir Gazzetta dello Sport.

"Dapatkan dia (Rossi) mengejar saya? Untuk hal ini dia mungkin dapat melakukannya. Saya pensiun di usia 35 tahun, sedangkan Valentino baru 29 tahun ini. Jika dia dapat mengejar saya maka kami akan melakukan selebrasi bersama," kata pria Italia yang kini berusia 66 tahun itu.

31 Agustus 2008

Stoner Jatuh, Rossi Kian Tak Terkejar


San Marino - Valentino Rossi menjuarai MotoGP San Marino untuk mengukuhkan posisinya di puncak klasemen. Sementara Caey Stoner kembali bernasib apes setelah gagal finish akibat terjatuh.

Inilah kemenangan ketiga Rossi secara beruntun atau yang keenam secara total sepanjang musim ini. Kemenangan yang makin membuatnya bersuka cita karena di dapat di kampung halamannya sendiri dalam gelaran MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, Minggu (31/8/2008).

Menduduki podium teratas di MotoGP San Marino juga membawa Rossi menyamai rekor Giacomo Agostini sebagai pembalap yang paling banyak meraih kemenangan di kelas premier. Rossi kini sudah mengumpulkan 68 kemenangan.

Yang terpenting buat Rossi adalah keunggulan poin miliknya yang makin jauh atas Stoner. Tambahan 25 poin membuat Italiano itu kini mengumpulkan 262 angka, menjauhkan jaraknya dengan jagoan Ducati yang poinnya tak bertambah di angka 187.

Buat Stoner ini adalah kali kedua secara beruntun dia gagal finish setelah di Republik Ceko dua pekan lalu dia juga terjatuh dari tunggangannya. Karena jumlah poin yang tak bertambah, pemuda Australia itu kini harus waspada bakal kehilangan gelar. Dengan lima balapan tersisa, Stoner tertinggal 75 poin dari Rossi.

Finis di posisi dua seri ini adalah pembalap Spanyol dari Fiat Yamaha, Jorge Lorenzo. Ini merupakan podium pertama Lorenzo setelah di tujuh balapan sebelumnya dia selalu meraih hasil buruk. Sementara berhak berdiri di podium terakhir adalah Toni Elias.