
London - Umumnya sebuah tim bermain lebih baik di kandang sendiri. Chelsea tidak begitu. Punya rekor fantastis jika melawat ke markas lawan, mereka malah sulit menang bermain di depan pendukungnya sendiri.
Statistik menunjukkan, Chelsea mampu memenangi 11 laga tandangnya berturut-turut di liga musim ini. Jumlah tersebut adalah sebuah rekor baru, mematahkan catatan 10 kali menang beruntun Tottenham Hotspur di tahun 1960.
Ironisnya, Chelsea tidak terlalu digjaya di Stamford Bridge. Buktinya, dari sembilan kali menjadi tuan rumah, hanya tiga kali John Terry dkk memulangkan tetamunya dengan tangan hampa.
Contoh terakhir terjadi saat The Blues menjamu West Ham United, Minggu (14/12/2008). Walaupun secara permainan lebih dominan, namun mereka tak berhasil mencetak gol lebih banyak dari lawannya dan harus puas dengan skor 1-1.
"Kalau kami punya kualitas lebih dalam penyelesaian akhir, kami pasti bisa menang," keluh manajer Luiz Felipe Scolari tentang tren yang "aneh" itu.
"Main di sini berbeda dengan main tandang. Di luar kami punya ruang lebih besar, lebih terbuka dan lebih sering bermain dengan bola. Mungkin sekarang kami berpikir ini bukan rumah kami. Tak cukup gol yang bisa kami hasilkan di sini," sambungnya.
Scolari tetap memasang satu penyerang murni di awal pertandingan, yakni Nicolas Anelka. Setelah tertinggal, ia baru memasukkan Didier Drogba di babak kedua dengan menarik Michael Ballack.
Meski demikian Scolari belum terlalu yakin apakah selanjutnya akan memulai pertandingan dengan menurunkan dua striker sekaligus. "Ini berbahaya juga karena bisa ada yang hilang di lini tengah. Kami harus berlatih lebih sering lagi," tukasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar