
Manchester - Jangan pernah membeberkan sebuah keadaan yang tidak baik kepada pihak luar. Prinsip itu diberlakukan bos Manchester City, Mark Hughes, dengan mencontohkan penerapannya pada Elano.
Karena menyampaikan sebuah keluhan kepada publik lewat pers, gelandang Brasil itu dijatuhi sanksi oleh klubnya. Diyakini bahwa City memangkas gaji satu minggu Elano, yang disebut-sebut sebesar 50 ribu poundsterling atau sekitar Rp 847 juta.
Perihal yang dimaksud terkait pernyataan Elano bahwa dirinya "sedih" karena dibangkucadangkan Hughes saat The Citizens menyerah dari Tottenham Hotspur minggu lalu. Ia mulai merasa dinomorduakan setelah tampil sangat mengesankan musim lalu.
Menurut Hughes, pemain yang direkrut dari Shakhtar Donetsk pada musim panas 2007 itu mengambil "pilihan yang salah" dengan mengungkapkan keluhannya tersebut pada pihak luar. Semestinya, akan lebih baik kalau setiap masalah didiskusikan secara interen.
"Situasinya sudah dicarikan solusi. Dia tahu wewenang saya dan dia mengerti bahwa kejadian ini tak boleh terulang. Dia sudah didenda," ungkap Hughes seperti dikutip Goal.
Elano saat ini harus bersaing keras dan berbagi peran di lapangan tengah dengan pemain baru Shaun-Wright Phillips dan Stephen Ireland, yang performanya sedang bagus. Kehadiran Robinho juga membuat City punya sosok-sosok penting lain yang cukup dominan.
"Elano orang yang penuh emosi. Dia ingin bermain di semua pertandingan. Itu hal bagus dari dia. Setiap pemain profesional tentu ingin main di setiap laga. Tapi terkadang saya harus membuat keputusan yang akan mempengaruhi para pemain baik personal maupun profesional," tandas Hughes.
Meski demikian pelatih asal Wales itu telah memberi janji bahwa Elano tetap merupakan bagian dari rencana-rencananya. "Kami punya banyak pemain yang saya ingin bekerja sama dengan mereka, dan menggunakan mereka. Elano jelas masuk dalam kategori ini."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar