
Palermo - Inter memenangi giornata 12 berkat dua gol spektakuler Zlatan Ibrahimovic. Menurut pelatih Jose Mourinho, dua gol itu justru menguatkan sebuah "kekurangan" yang ada pada pemainnya itu.
Dalam laga di kandang Palermo, Minggu (16/11/2008), Zlatan mencetak gol pertamanya lewat tendangan sekeras 84 km/jam, yang menghujam ke tiang jauh gawang Alberto Fontana. Gol kedua ia buat dari tendangan bebas bertenaga dari jarak 20 meter.
"Untuk menjadi seorang pemain yang komplet, Ibra harus mencetak gol yang jelek! Sepertinya dia itu tidak pernah bikin gol lewat pantulan yang menguntungkan, atau sontekan yang janggal. Gol-gol dia selalu fantastis!" demikian Mourinho berseloroh tentang keistimewaan striker internasional Swedia itu.
Tentang kemenangan itu sendiri Mourinho kembali mengacungkan jempol pada semangat juang anak-anak asuhnya. Ketiadaan gol di babak pertama akhirnya bisa dipecahkan setelah turun minum.
Inter akan menghadapi Juventus di pertandingan Seri A berikutnya pekan depan. Juve ditangani Claudio Ranieri, yang notabene adalah pelatih yang digantikan Mourinho di Chelsea pada musim panas 2004. Saat ini kedua tim hanya berselisih tiga poin.
"Dengan simpel bisa saya katakan, tim ini dapat bermain dengan sistem yang berbeda-beda. Kami punya kemampuan untuk memilih. Hari ini kami memilih cara ini untuk meladeni Palermo. Minggu depan Juventus mungkin memakai skema 4-4-2. Tapi Claudio Ranieri mungkin akan memberi kejutan buat kami," papar Mourinho merujuk pada formasi diamond di lapangan tengah yang ia pakai saat melawan Palermo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar